PALEMBANG,Sekilasmedia.com-Kota Palembang bukan hanya sebagai ibu kota administratif, tetapi sebagai sumbu utama yang menggerakkan roda perdagangan dan ekonomi regional Sumatera Selatan.
Hal ini disampaikan Wakil Walikota Palembang, Prima Salam saat menghadiri Dialog Interaktif Gebrakan Sang Pemimpin, di Hotel Novotel Jumat (24/10/2025).
Prima mengatakan, meski produksi beras Palembang hanya memenuhi kurang dari 1096 kebutuhan lokal, kota ini menjadi simpul vital distribusi, logistik, dan gerbang ekspor bagi seluruh hasil bumi Sumsel.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, lanjut Prima, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palembang mencapai Rp 208,19 triliun, menyumbang lebih dari 3296 total PDRB provinsi. Angka ini menegaskan peran Palembang sebagai motor ekonomi regional.
“Fokus Palembang bukan pada produksi pertanian skala besar, melainkan pada efisiensi distribusi, hilirisasi, dan inovasi perdagangan,” ujar Prima Salam.
Prima menambahkan, Palembang menempati posisi strategis di tepi Sungai Musi.
Ini menjadikannya pusat konsolidasi hasil bumi dari kabupaten-kabupaten penyangga seperti Banyuasin, OKU, dan Lahat.
Komoditas utama seperti 2,56 juta ton padi dan 162 ribu ton kopi robusta yang diproduksi Sumsel sebagian besar disalurkan melalui jaringan logistik di Palembang.
Peran ini diperkuat dengan fungsi Pelabuhan Boom Baru dan Sungai Lais sebagai gerbang ekspor,” katanya.
Inovasi dan Penguatan UMKM Lokal Palembang juga menjadi sentra hilirisasi hasil pertanian. Data Dinas Koperasi dan UMKM 2024 mencatat ada lebih dari 93 ribu unit usaha aktif, di mana 3596 bergerak di sektor pengolahan pangan.
Prima mengakui, tantangan utama Palembang bukan pada peningkatan produksi, melainkan pada menjaga stabilitas pasokan, distribusi, dan harga pangan.
Melalui sinergi kebijakan, penguatan infrastruktur pasar rakyat, 19 pasar milik pemerintah dan puluhan pasar swasta serta inovasi digital, Palembang menegaskan diri sebagai penopang utama sistem pangan Sumsel.
“Palembang adalah motor penggerak yang menghubungkan lumbung pangan di kabupaten dengan pasar konsumen dan ekspor internasional,” tutup Prima Salam. ( ril/Lin)






