Daerah

Gali Pengalaman Baru, FPK Kabupaten Mojokerto Sambangi Kampung Pancasila dan Budaya Tengger

×

Gali Pengalaman Baru, FPK Kabupaten Mojokerto Sambangi Kampung Pancasila dan Budaya Tengger

Sebarkan artikel ini
"Rombongan FPK Kabupaten Mojokerto saat menerima sambutan dari FPK Kota Pasuruan di Kampung Pancasila Kauman, Bangil, Sabtu (22/11/2025).(Foto: Wibowo)

Pasuruan,Sekilasmedia.com – Dalam upaya memperluas wawasan kebinekaan dan memperkuat hubungan lintas budaya, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Mojokerto melaksanakan kunjungan edukatif ke Kampung Pancasila di Kelurahan Kauman, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini menjadi rangkaian awal sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Budaya Tengger.

Rombongan FPK Kabupaten Mojokerto hadir bersama para kepala bidang (Kabid) terkait. Setibanya di Kampung Pancasila, mereka disambut hangat oleh Ketua FPK Kota Pasuruan Akhmad Bayhaqi Kadmi, Sekretaris Bakesbangpol Pasuruan Wiji mewakili Kepala Bakesbangpol, Kasi Pariwisata Kecamatan Bangil Tiyas Andriani, serta Lurah Kauman Akhmad Barizi.

BACA JUGA :  Perempuan PGRI Gelar Seminar Neuro Linguistic Program Dan Hypnoterapy

Dalam sambutannya, Ketua FPK Pasuruan Akhmad Bayhaqi Kadmi menjelaskan bahwa Kota Pasuruan telah memiliki 24 Kampung Pancasila yang sebelumnya pernah dilombakan dengan melibatkan juri dari unsur kepolisian, TNI, dan FPK. Ia menegaskan bahwa Bangil merupakan wilayah yang kental dengan keragaman agama dan budaya, terlihat dari banyaknya rumah ibadah bersejarah yang dibangun sejak masa kolonial.

“Di Kelurahan Kauman ini terdapat sebuah klenteng yang berdiri sejak tahun 1897. Ini menunjukkan bagaimana toleransi dan kerukunan sudah terbangun sejak lama,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, FPK Kota Pasuruan juga memperkenalkan jajaran pengurusnya yang terdiri dari beragam etnis dan suku, sebagai wujud nyata pembauran kebangsaan di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Dishub Pasang Stiker Imbauan Pencegahan Covid-19 Kepada Angkutan Kota

Sementara itu, Ketua FPK Kabupaten Mojokerto H. Mahfud Said mengungkapkan bahwa FPK Mojokerto saat ini menaungi 10 etnis dan suku, di antaranya Jawa, Madura, Bali, Toraja, Manado, Nias, dan Batak. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Mojokerto tetap kondusif tanpa adanya gesekan antaretnis maupun suku.

“Kedatangan kami ke Kota Pasuruan adalah untuk belajar dan mendapatkan pengalaman baru tentang bagaimana pembauran kebangsaan dikelola dengan baik, sehingga ke depan bisa diterapkan di Mojokerto,” ujarnya.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antarwilayah, memperkuat pemahaman tentang multikulturalisme, serta menjadi inspirasi bagi FPK Kabupaten Mojokerto dalam mengembangkan program pembauran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.