Bondowoso,Sekilasmedia.com — UKM Kesenian dan Kearifan Lokal IAI At-Taqwa Bondowoso mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Tari Kreasi Tingkat Nasional 2025 yang digelar oleh HMPS UIN KHAS Jember. Dalam kompetisi yang mempertemukan kelompok seni terbaik dari sejumlah daerah tersebut, tim tari IAI At-Taqwa berhasil meraih Juara 1.
Pada lomba tahun ini, peserta menampilkan karya tari bertema “Tari Molong Kopi”—tari kreasi yang merepresentasikan tradisi masyarakat dalam merawat, menjaga, dan memanen kopi sebagai warisan budaya Nusantara.
Mahasiswa IAI At-Taqwa berhasil menafsirkan tema tersebut menjadi pertunjukan yang kuat dan memukau.
Penampilan tim dinilai unggul berkat kemampuan memadukan teknik gerak, ritme, serta ekspresi penari yang menggambarkan kehidupan masyarakat penghasil kopi.
Komposisi gerak yang harmonis membuat tim ini tampil menonjol di hadapan dewan juri.
Rasa syukur disampaikan oleh seluruh anggota tim atas prestasi yang diraih. Menurut mereka, kemenangan ini merupakan anugerah dari Allah SWT yang memberikan kekuatan, kelancaran, dan semangat selama proses latihan hingga kompetisi berlangsung.
Pembina UKM Kesenian dan Kearifan Lokal, Kurniah Astutik, M.Pd., turut berperan dalam membentuk karakter tarian yang ditampilkan. Ia menegaskan bahwa seni tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang dakwah, edukasi, dan pelestarian budaya.
Selama masa persiapan, para penari menjalani latihan intensif untuk menyempurnakan teknik, penghayatan, serta pola lantai. Latihan dilakukan secara terstruktur demi menghasilkan pertunjukan yang matang dan selaras dengan nilai budaya yang diangkat.
Tim penari terdiri dari Rofita Alifia Putri, Aminatun Munawaroh, Femillia Azzuhra Putri, Siti Ulfatun Nikmah, Putri Auliya Andini, dan Hoirul Hamidah. Keenamnya tampil kompak dan mampu menyampaikan pesan budaya melalui gerakan tari “Molong Kopi” yang dinamis dan penuh makna.
Salah satu peserta, Rofita Alifia Putri, mahasiswa Semester VII Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah, turut menyampaikan kesannya “Menjadi peserta lomba tari tradisional antar mahasiswa di UIN KHAS Jember merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga ruang untuk melestarikan budaya Nusantara melalui gerak, irama, dan ekspresi seni,” ujarnya Selasa (18/11) saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh sekilasmedia.com.
Rofita menambahkan bahwa lomba ini memberinya kesempatan untuk mengenal lebih dalam kekayaan tradisi lokal sekaligus mengasah kreativitas. “Kegiatan ini memberikan kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai kampus, menciptakan kebersamaan, sportivitas, dan semangat belajar yang positif. Apapun hasilnya, pengalaman ini sangat memperkaya wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri,” tuturnya.
Rektor IAI At-Taqwa Bondowoso, Dr. Suheri, M.Pd.I., mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa kampus terus berkomitmen menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, termasuk dalam bidang seni budaya.
Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa IAI At-Taqwa mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus berperan dalam pelestarian seni tradisi yang sarat nilai kearifan lokal.
Pengurus UKM Kesenian dan Kearifan Lokal turut berkontribusi besar dalam proses persiapan, mulai dari administrasi, perlengkapan, hingga pendampingan teknis selama kompetisi. Dukungan ini memastikan tim tampil optimal di panggung perlombaan.
Dengan kemenangan ini, UKM Kesenian dan Kearifan Lokal IAI At-Taqwa Bondowoso berharap dapat terus memperkenalkan budaya daerah melalui karya seni. Tim juga berkomitmen untuk terus berkarya dan menjaga nilai-nilai budaya lokal serta religius islami dalam setiap penampilan.






