Purwakarta,Sekilasmedia.com-Saung Peradaban Maung Bodas yang berlokasi di Jl. Melur, RW 04, RT 40, Kelurahan Nagri Kaler, Purwakarta, terus menunjukkan perannya sebagai ruang sosial dan keagamaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Saung ini digagas dan dikelola oleh Dani Regiana, Ketua Relawan Bupati Aing, yang dikenal dekat dan responsif terhadap berbagai kebutuhan warga.
Dani Regiana menjelaskan bahwa kehadiran Saung Peradaban Maung Bodas didedikasikan untuk membantu warga yang sedang menghadapi kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan.
Tidak sedikit masyarakat Purwakarta yang datang mengadu dengan berbagai persoalan. Setiap harinya, saung ini menerima warga yang menghadapi masalah urusan kesehatan, seperti BPJS yang menunggak, biaya untuk bekal penjaga pasien, hingga kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya di rumah sakit. Selain itu, warga juga kerap meminta bantuan terkait rumah tidak layak huni atau rumah warga miskin yang kondisinya hampir roboh dan membutuhkan perhatian segera. Meski dengan berbagai keterbatasan, Dani Regiana bersama para relawan tetap berupaya memberikan pendampingan dan solusi terbaik.
Saung Peradaban Maung Bodas juga menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan setempat. Setiap malam Jumat digelar pengajian rutin, yang tidak hanya mempererat silaturahmi warga, tetapi juga menjadi ajang memperkuat kebersamaan para relawan Bupati Aing dalam merancang dan menjalankan kegiatan sosial.
Pada Jumat pagi, kegiatan dilanjutkan dengan Jumat Berkah, berupa pembagian makanan atau bantuan sederhana kepada warga sekitar. Meski dilakukan secara sederhana, kegiatan ini berlangsung konsisten dan menjadi identitas gerakan kebaikan Saung Peradaban.
Selain itu, setiap Sabtu sore diadakan senam bersama yang melibatkan warga sekitar. Aktivitas ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat hubungan antarwarga.
Kehadiran Saung Peradaban Maung Bodas di bawah kepemimpinan Dani Regiana membawa dampak positif yang signifikan. Saung ini telah berkembang menjadi rumah kebaikan, tempat warga mengadu, mencari solusi, sekaligus merasakan kepedulian yang tulus tanpa memandang latar belakang.






