POLISIKU

Jelang Nataru, Polres Kediri Kota Ikuti Rakor Dai Kamtibmas Polda Jatim untuk Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

×

Jelang Nataru, Polres Kediri Kota Ikuti Rakor Dai Kamtibmas Polda Jatim untuk Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas

Sebarkan artikel ini
Jelang Nataru, Polres Kediri Kota Ikuti Rakor Dai Kamtibmas Polda Jatim untuk Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas.(Foto:Ist/Saman/Sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Kediri Kota mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Dai Kamtibmas secara daring yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jawa Timur, pada Senin (15/12). Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara kepolisian dan para pemuka agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jawa Timur.

Rakor ini dihadiri oleh Wadir Binmas Polda Jatim, AKBP Ary Murtini, serta diikuti oleh jajaran Satbinmas Polres se-Jawa Timur dan perwakilan Dai Kamtibmas dari berbagai daerah.

Wakil Ketua Dai Kamtibmas Polda Jatim, KH. Mohammad Syukron Jazilah, dalam paparannya menekankan pentingnya peran dai dalam menanamkan rasa memiliki terhadap provinsi Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur adalah “rumah bersama” yang harus dijaga dari segala potensi bahaya, termasuk intoleransi dan radikalisme.

“Dai supaya merasa memiliki Jatim. Indonesia ini rumah kita, Jatim rumah kita. Maka ketika rumah kita ada bahaya, harus kita amankan. Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, dan ras. Kalau bukan karena pertolongan Allah, akan kacau jika tidak kita jaga,” ujarnya.

BACA JUGA :  Amankan Nataru, Polres Lamongan Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Semeru 2024

Ia juga mengingatkan kembali tentang konsep persaudaraan (ukhuwah) yang telah dirumuskan oleh para ulama terdahulu, yakni Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama umat manusia).

“Meskipun agama beda, tapi secara muamalah kita menjaga keutuhan NKRI. Keamanan Jawa Timur harus saling membantu. Orang menjaga gereja itu tujuannya untuk menjaga Indonesia, goal-nya untuk kemanusiaan,” tegasnya.

Ia pun mengajak para dai untuk menyampaikan narasi-narasi yang menyejukkan (cool) kepada masyarakat, bukan narasi yang memanas-manasi atau provokatif. Ia mencontohkan kerukunan di Perumahan Royal Residence Surabaya, di mana tempat ibadah berbagai agama, termasuk masjid dan gereja, berdiri berdampingan dengan damai.

“Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang membawa keberkahan kepada semuanya. Mari kita ajak masyarakat dengan cara yang dingin, jangan yang panas-panas,” imbuh Kyai Syukron yang juga Ketua Bidang Dakwah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim tersebut.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Kediri Kota, Iptu Cahyo, yang mengikuti kegiatan tersebut secara daring menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti arahan dari Polda Jatim

BACA JUGA :  Kasus Kriminal di Lumajang Meningkat Signifikan, Kapolres Minta Anggota Lebih Waspada

“Sinergi antara Polri dan ulama adalah kunci stabilitas keamanan. Kami di tingkat Polres siap meneruskan pesan-pesan persatuan ini ke masyarakat melalui para dai kamtibmas di wilayah kami,” ujar Iptu Cahyo.

“Rakor ini menjadi momentum penting bagi kami di kewilayahan. Sesuai arahan pimpinan, kami akan menggandeng para tokoh agama di Kediri Kota untuk menyampaikan pesan kamtibmas yang sejuk menjelang Nataru. Perbedaan adalah keniscayaan, namun menjaga keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ustad Asyhari Eko Prayitno, dan KH. M. Jamil anggota Dai Kamtibmas Polda Jatim yang juga ikut berpartisipasi dalam sesi diskusi mengenai strategi dakwah di era digital untuk menangkal hoaks dan konten radikal.

“Tugas para Dai adalah mengajak masyarakat dengan narasi yang ‘dingin’ dan menyejukkan. Islam itu Rahmatan Lil Alamin. Mari kita jaga rumah kita, dan khususnya Jawa Timur ini, dengan memperkuat Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Basyariyah. Agama boleh beda, tapi kerukunan dan kemanusiaan harus tetap kita utamakan,” tandasnya.