Bondowoso,Sekilasmedia.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso secara resmi menyampaikan sikap politik partai untuk periode 2025–2030 dalam konferensi pers kepengurusan baru. Pernyataan ini disampaikan setelah mendapat persetujuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, DPC PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan sikap tegak lurus terhadap hasil Kongres VI PDI Perjuangan Tahun 2025. Konsolidasi internal menjadi prioritas utama sebelum melangkah keluar, dengan fokus membangun kekuatan partai dari dalam.
Sebagai langkah strategis, DPC PDI Perjuangan Bondowoso menargetkan terwujudnya konsep lima mantap partai, yakni mantap ideologi, mantap organisasi, mantap program, mantap kader, dan mantap sumber daya. Lima pilar ini disebut sebagai fondasi utama perjuangan politik partai di daerah.
Terkait posisi politik di DPRD, PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Artinya, partai siap bersinergi dengan Pemkab Bondowoso selama kebijakan yang diambil berpihak pada rakyat dan kepentingan daerah.
“Ketika kebijakan pemerintah benar, wajib kita dukung secara maksimal. Namun jika keliru, wajib kita kritisi secara konstruktif dengan solusi,” tegas Sinung Sudrajad, Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso.
Dalam konteks pembangunan daerah, PDI Perjuangan menyoroti status Kabupaten Bondowoso sebagai kawasan Ijen UNESCO Global Geopark (UGGP). Menurut partai, status ini bukan hanya peluang pengembangan pariwisata, tetapi juga tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan Bondowoso menegaskan komitmennya terhadap ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya dalam memperkuat kedaulatan rakyat, berdikari dalam ekonomi daerah, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
Partai menilai Bondowoso memiliki kekayaan alam, budaya, dan geokultur yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan. Kawasan hutan lindung, wilayah konservasi, serta potensi alam di sekitar Ijen dipandang sebagai aset strategis daerah yang perlu dijaga bersama.
PDI Perjuangan Bondowoso juga menyatakan kesiapan mengawal penuh proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang ditargetkan mencapai 90 persen pada Februari mendatang. Pengawalan ini akan dilakukan dengan mendorong kolaborasi lintas sektor serta penguatan peran masyarakat lokal.
Dalam aspek regenerasi kepemimpinan, PDI Perjuangan memberi ruang strategis bagi generasi muda. Sejumlah kader muda telah disiapkan, termasuk Yudha Dwi Prasetyo, S.H., mantan Ketua Cabang GMNI Jember, sebagai bagian dari penguatan peran milenial dalam struktur dan gerak partai.
Susunan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Bondowoso periode 2025–2030 dipimpin oleh Sinung Sudrajad sebagai Ketua, Andi Hermanto sebagai Sekretaris, dan Evi Sulistiani sebagai Bendahara, serta didukung jajaran wakil ketua bidang yang membidangi ideologi, organisasi, politik, ekonomi, kebudayaan, lingkungan hidup, hingga advokasi hukum dan tenaga kerja.