Bondowoso, Sekilasmedia.com — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Averroes Komisariat RBA IAI At-Taqwa Bondowoso menggelar Pagelaran Kesenian Hari Ibu di Pendopo Bupati Bondowoso, Kamis malam (25/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus refleksi peran perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya.
Pagelaran tersebut mengusung tema “Merayakan Perempuan, Menghidupkan Budaya” dan dihadiri oleh para alumni PMII Rayon Averroes serta seluruh kader PMII se-Kabupaten Bondowoso. Kehadiran lintas generasi ini menegaskan kuatnya ikatan ideologis dan kultural dalam tubuh PMII.
Berbagai pertunjukan seni ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari teater realis, musikalisasi puisi, seni tari tradisional, monolog, hingga storytelling. Seluruh penampilan dirangkai sebagai satu narasi kebudayaan yang merefleksikan nilai keibuan, ketangguhan perempuan, dan peran mereka dalam merawat peradaban.
Ketua Panitia, Fitrotul Fadilah Hamzah, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial Hari Ibu, tetapi juga sarana pendidikan kultural bagi kader PMII. Menurutnya, seni adalah medium efektif untuk menyampaikan pesan sosial secara reflektif dan menyentuh.
“Kami ingin menghadirkan ruang perenungan tentang peran perempuan melalui bahasa seni. Budaya adalah identitas, dan perempuan memiliki peran penting dalam menjaga serta menghidupkannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, panggung kesenian ini juga menjadi ajang konsolidasi kader lintas generasi. Kehadiran alumni PMII Rayon Averroes dinilai memberi energi dan motivasi tersendiri bagi kader aktif.
Ketua PMII Rayon Averroes, Muhammad Fauzan, menyampaikan bahwa pagelaran ini merupakan bagian dari ikhtiar kader PMII dalam menghadirkan ruang alternatif perjuangan melalui seni dan kebudayaan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, khususnya Bupati KH. Abdul Hamid Wahid, yang telah memberikan izin sehingga pagelaran kesenian SS Mata Air PMII Rayon Averroes dapat terlaksana di Pendopo Bupati,” ujar Fauzan.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak sekadar peringatan seremonial Hari Ibu, melainkan bentuk refleksi kolektif kader PMII dalam memaknai peran perempuan sebagai subjek penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan kebangsaan.
“Kegiatan ini kami rancang sebagai ruang ekspresi dan refleksi bagi kader PMII dalam merawat nilai budaya serta memaknai peran perempuan melalui pendekatan seni,” katanya.
Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pengisi acara, alumni, hingga kader PMII yang turut menyukseskan jalannya kegiatan.
“Hadir pula ditengah kita alumni Ketua SS. Cermin Pusat IKSASS Sukorejo, dari SS. Babond Teater Rayon IKSASS Bondowoso, juga seniman-seniman PMII Rayon Rabiah Al-Adawiyah, PMII Universitas Bondowoso, PMII INAISTA, PMII IAI Dafa dan lainnya juga, tak bisa kami sebutkan” Sambut hangatnya.
Selain menjadi ruang ekspresi seni, kegiatan ini juga dimaknai sebagai ajang konsolidasi kader dan alumni, sekaligus penguatan identitas PMII sebagai organisasi kader yang tidak terpisah dari nilai keislaman, keindonesiaan, dan kebudayaan.
Dengan digelarnya pagelaran kesenian ini, PMII Rayon Averroes menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan yang humanis, reflektif, dan berpijak pada nilai seni dan budaya sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam kehidupan masyarakat Bondowoso.