Magetan,Sekilasmedia.com-Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) bersama SMP Negeri 1 Poncol menggelar kegiatan simulasi evakuasi bencana pada Jumat, 12 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk peningkatan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat, khususnya setelah peristiwa longsor yang melanda wilayah Poncol beberapa waktu lalu.
Drg. Elly Irma K, yang mewakili Ketua BSMI Magetan dalam sambutannya, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan sangat penting diberikan sejak dini. “Melatih anak-anak agar siap, tenang, dan tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi adalah investasi keselamatan jangka panjang,” ujarnya.
Koordinator pelaksana kegiatan, Kurnia Puji A., S.Kep., menjelaskan bahwa dalam simulasi ini BSMI memberikan pembekalan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, teknik evakuasi yang benar, serta pengenalan dasar mitigasi bencana. Para siswa dilatih untuk memahami jalur evakuasi, mengikuti instruksi, dan bersikap tenang ketika menghadapi keadaan darurat.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa SMPN 1 Poncol, tetapi juga menjadi contoh positif bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Magetan untuk mengadakan pelatihan serupa.
Ketua BSMI Magetan menegaskan komitmen organisasi untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam edukasi kebencanaan, terutama bagi anak-anak sebagai generasi penerus. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, pada 21 Desember 2025, BSMI juga akan menyelenggarakan seminar Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Gedung Korpri Magetan.
Dengan berbagai program edukasi ini, BSMI berharap masyarakat semakin siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Magetan.