Daerah

Apa yang Terjadi di Cermee, Bondowoso? Wilayah Timur Kembali Dilanda Banjir

×

Apa yang Terjadi di Cermee, Bondowoso? Wilayah Timur Kembali Dilanda Banjir

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah warga di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, yang terendam banjir akibat luapan drainase pada Minggu, 11 Januari 2026, malam. Air masuk ke area dapur dan ruang aktivitas warga sebelum berangsur surut setelah dilakukan penanganan oleh BPBD Bondowoso bersama unsur terkait. (Foto: SM)

 

Bondowoso, sekilasmedia.com — Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Minggu (11/1/2026) malam. Luapan air dari saluran drainase dan selokan menggenangi permukiman warga serta area persawahan, menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan kejadian banjir sekitar pukul 19.30 WIB dari warga setempat. Tim langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Banjir tercatat terjadi pada rentang waktu pukul 16.30 WIB hingga 18.30 WIB. Sejumlah desa terdampak di antaranya Desa Cermee, Desa Suling Kulon, Desa Ramban Wetan, dan Desa Grujugan, Kecamatan Cermee.

Berdasarkan hasil asesmen Pusdalops BPBD Bondowoso, banjir disebabkan oleh luapan air dari saluran irigasi anak Sungai Sampean Baru yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluber ke area persawahan dan permukiman warga.

BACA JUGA :  PSBB Malang Raya Telah Disetujui Kemenkes RI

Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 25 sentimeter di beberapa titik. Selain merendam rumah warga, banjir juga menghambat arus lalu lintas dan mengakibatkan tanggul air di jembatan RT 13 Desa Ramban Kulon jebol, sehingga memperparah luapan air.

Data BPBD mencatat sedikitnya tujuh titik wilayah terdampak, termasuk Jalan Pasar Cermee, Jalan Widuri–Cermee, Jalan menuju Dusun Bercak dan Dusun Kladi, serta sejumlah dusun di Desa Ramban Kulon, Ramban Wetan, Grujugan, dan Cermee.

Di Desa Cermee, banjir berdampak pada ratusan kepala keluarga. Dusun Kota tercatat sebanyak 252 KK terdampak, Dusun Kampung Baru 373 KK, dan Dusun Madya 250 KK. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto PP, mengatakan bahwa seluruh unsur terkait bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak lanjutan.

“Begitu laporan masuk, tim BPBD bersama unsur Muspika, PMI, relawan, dan warga langsung melakukan penanganan di lapangan. Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan percepatan surutnya genangan air,” ujar Kristianto PP.

BACA JUGA :  Gegara Tak Bawa Antigen, Pemudik Belum Booster Diputar Balik

BPBD Bondowoso melakukan sejumlah upaya, mulai dari asesmen lokasi, evakuasi pohon tumbang menggunakan chainsaw, hingga penyedotan air di rumah warga dan fasilitas umum yang tergenang, termasuk TK Pertiwi.

Kristianto PP menegaskan bahwa penanganan darurat berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan rumah warga yang tergenang telah ditangani menggunakan mesin penyedot air,” katanya.

Hingga Senin (12/1/2026) dini hari pukul 02.07 WIB, kondisi wilayah Bondowoso terpantau dalam status aman dan terkendali. Debit air dilaporkan berangsur surut sejak pukul 18.30 WIB, meski hujan ringan masih terjadi di wilayah Cermee dan sekitarnya.

BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah cuaca yang belum stabil, serta segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.