Purwakarta, Sekilasmedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Hanura ke-19, jajaran Partai Hanura Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan budaya dan sosial yang melibatkan masyarakat, bertempat di area kediaman Asep Abdullah, Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta yang akrab disapa Aa Uwoh, di Desa Parakanlima, Kabupaten Purwakarta, pada Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Hanura yang telah berlangsung sejak akhir November dan masih akan berlanjut hingga penutupan pada 10 Januari mendatang. Acara ini diikuti sebanyak 27 kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari tujuh orang, yang berasal dari tiga desa, yakni Desa Parakanlima, Desa Cisalada, dan Desa Cijantung.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Hendi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta, R. Priyatna Kusumah, serta keluarga besar Partai Hanura.
Asep Abdullah (Aa Uwoh) selaku Ketua Pelaksana Kegiatan dari Fraksi Partai Hanura menyampaikan bahwa salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah lomba liwet tradisional Sunda, yang digelar sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat. Selain lomba, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa rehabilitasi rumah warga.
Dalam pelaksanaannya, panitia hanya menyiapkan hawu (tungku), kayu bakar, dan beras, sementara peserta membawa sendiri lauk dan lalapan, dengan ketentuan memilih satu dari tiga jenis lauk, yakni ikan asin, ikan bakar, atau daging. Penilaian lomba dilakukan berdasarkan cita rasa dan penampilan.
Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang, mulai dari Juara I, Juara II, Juara III, serta Juara Harapan I, II, dan III. Namun demikian, esensi kegiatan lebih ditekankan pada nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-19 ini, Partai Hanura berharap dapat semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sunda yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman.