Bondowoso,Sekilasmedia.com- Jembatan penghubung antara Desa Wonoboyo dan Desa Leprak, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso, ambruk akibat derasnya aliran sungai yang dipicu curah hujan tinggi, Selasa (13/1/2026) sore.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 16.30 WIB dari masyarakat melalui WhatsApp. Tim Pusdalops dan TRC kemudian melakukan asesmen di lokasi hingga pukul 20.00 WIB.
Berdasarkan data BPBD, jembatan yang ambruk memiliki panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,6 meter. Kondisi ini menyebabkan akses utama antar desa tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Akibat kejadian tersebut, warga terpaksa memutar jalur hingga ke wilayah Situbondo dengan waktu tempuh sekitar dua jam, padahal jalur normal hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Muhammad Idrus, warga Desa Wonoboyo, mengatakan jembatan tersebut sebenarnya sudah lama bermasalah dan hanya diperbaiki sementara menggunakan rel hasil sumbangan PG Prajekan.
“Jembatan lama roboh. sekarang warga jalan memutar kalau mau ke klabang harus lewat situbondo. itu perbaikan dikasih PG Prajekan dikasih rel. PU itu dulu yang mengerjakan tahun 20 tahun lalu. banjir itu tahun lalu. kemudian sekarang diperparah longsor,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama untuk kebutuhan darurat dan aktivitas ekonomi warga.
“akhirnya orang harus memutar 2 jam kalau jalur biasa 30 menit nyampek. harapannya cepat diperbaiki. kasihan masyarakat. itu sudah satu tahun gak ada respon,” lanjutnya.
Menurut Idrus, dampak paling krusial dirasakan ketika ada kondisi medis darurat karena ambulans tidak bisa melintas di jalur tersebut.
“misal ada pasien kritis, gak bisa dilalui ambulans harus lewat kendit situbondo. termasuk yang mau periksa ke bondowoso harus memutar dulu,” katanya.
Ia juga menyebut kerusakan jembatan berdampak pada sektor perekonomian warga, khususnya distribusi hasil pertanian dan perdagangan ternak.
“berdampak juga pada sektor perekonomian untuk mengangkut hasil tani. contohnya juga pedagang sapi mau ke pasar hewan selasaan bondowoso harus memutar dulu ke situbondo,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah penanganan awal untuk mengurangi risiko kecelakaan.
“kita lakukan penanganan sementara. pengurangan risiko kecelakaan di tahap awal. nanti hasil assesment kita laporkan ke pimpinan sebagai dasar keputusan kebijakan. besok langsung rapat,” katanya.
Kristianto menjelaskan bahwa perbaikan permanen jembatan tersebut sebenarnya sudah diusulkan sejak kejadian sebelumnya dan saat ini masih menunggu tahapan lanjutan.
“pasca kejadian itu kita usulkan kegiatan itu ke BNPB dalam giat rehabitalisasi dan rekonstruksi. sudah berjalan tinggal verifikasi lapangan. karena kejadian di aceh BNPB tidak bisa turun ke bondowoso. sebenarnya sudah on the track. tinggal tunggu verlap.”
BPBD Bondowoso saat ini telah memasang safety line, menyiapkan rencana jembatan darurat untuk kendaraan roda dua, serta akan memasang banner peringatan bagi pengguna jalan sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah.






