Daerah

Peserta Magang Kemenaker Lakukan Observasi Sosial WBP di Lapas Mojokerto

×

Peserta Magang Kemenaker Lakukan Observasi Sosial WBP di Lapas Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan saat melaksanakan observasi dan wawancara sosial terhadap warga binaan pemasyarakatan di Aula Lapas Kelas IIB Mojokerto.(foto: doc lapas)

Mojokerto,Sekilasmedia.com— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto memfasilitasi kegiatan observasi dan analisis sosial yang dilakukan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Lapas Mojokerto, Sabtu (17/01), sebagai bagian dari pembelajaran lapangan peserta magang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta magang mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung kondisi sosial warga binaan pemasyarakatan (WBP). Observasi dilakukan dengan mengamati pola interaksi, perilaku, serta keterlibatan WBP dalam berbagai program pembinaan yang berjalan di dalam lapas.
Selain pengamatan langsung, peserta magang juga melakukan wawancara dengan sejumlah WBP. Wawancara ini bertujuan menggali latar belakang sosial, faktor pembentuk perilaku, serta pandangan warga binaan terhadap efektivitas program pembinaan yang telah diterapkan. Hasil pengamatan dan wawancara tersebut selanjutnya diolah sebagai bahan analisis sosial.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menilai kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Menurutnya, peserta magang memperoleh gambaran nyata tentang kehidupan pemasyarakatan, sementara pihak lapas mendapatkan perspektif akademis yang dapat menjadi bahan evaluasi dan penguatan strategi pembinaan.
“Kegiatan observasi dan analisis sosial ini menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat, sekaligus membuka ruang masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas pembinaan warga binaan,” ungkap Rudi.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan edukatif yang bersifat kolaboratif, guna mewujudkan sistem pembinaan yang lebih humanis, terarah, dan berbasis analisis sosial yang berkelanjutan.