Malang, sekilasmedia.com– Arema FC tampil dominan dan mengamankan kemenangan meyakinkan setelah menundukkan Semen Padang FC dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan kompetisi BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/2/2026).
Kemenangan Singo Edan ditentukan oleh dua gol Joel Vinicius (brace) serta satu gol tambahan Gustavo Franca. Hasil ini sekaligus menegaskan superioritas Arema di kandang dan menjaga tren positif mereka di papan klasemen. Sebaliknya, kekalahan tersebut membuat Semen Padang masih harus berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi.
Sejak peluit awal, Semen Padang tampil agresif dengan tekanan cepat ke lini pertahanan Arema. Intensitas permainan tim tamu sempat merepotkan tuan rumah, terutama pada fase awal babak pertama.
Namun, memasuki menit ke-25, Arema mulai mengambil alih kendali permainan. Trio lini tengah Gabriel Silva, Gustavo Franca, dan Valdeci Moreira tampil disiplin dan efektif dalam memutus serangan sekaligus menopang pergerakan Dalberto Luan dan Joel Vinicius di lini depan.
Arema terlihat menerapkan skema menyerang agresif. Saat membangun serangan, mereka kerap membentuk pola 4-2-4 dengan empat pemain langsung menusuk ke area pertahanan Semen Padang. Pola ini membuat barisan belakang tim tamu kewalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi.
Gol pembuka akhirnya lahir pada menit ke-29. Joel Vinicius sukses memaksimalkan umpan terukur dari Gustavo Franca sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu diantisipasi kiper Semen Padang.
Memasuki babak kedua, Arema FC tidak mengendurkan intensitas. Tekanan langsung dilancarkan sejak menit awal.
Pada menit ke-51, Gustavo Franca menggandakan keunggulan lewat tendangan keras yang membuat kiper Rendy Oscario tidak bergerak. Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah.
Hanya berselang tujuh menit, Joel Vinicius kembali mencetak gol pada menit ke-58 setelah menerima umpan terobosan matang dari Valdeci Moreira. Arema pun menjauh dengan skor 3-0.
Semen Padang sempat mencoba bangkit, namun upaya mereka tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Arema bahkan nyaris menambah gol, salah satunya melalui peluang Gabriel Silva yang masih bisa ditepis Rendy Oscario.
Hingga wasit Steven Yubel Poli meniup peluit panjang, skor tetap 3-0 untuk kemenangan Arema FC.
Keberhasilan Arema FC dalam laga ini tidak lepas dari permainan kolektif dan fleksibilitas taktik. Saat menyerang, Arema mengubah pola menjadi lebih agresif, sementara ketika bertahan mereka lebih rapat dengan transisi skema 4-1-4-1, serta 4-3-3 ketika membangun serangan dari bawah.
Efektivitas lini depan menjadi pembeda utama. Brace Joel Vinicius semakin menegaskan perannya sebagai ujung tombak utama Arema musim ini, sementara performa pemain anyar seperti Gustavo Franca langsung memberi dampak nyata lewat gol dan kontribusi permainan.
Penulis : S Basuki





