Bondowoso, sekilasmedia.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grujugan Kidul menggelar kegiatan bersih-bersih dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh pada Sabtu pagi, 7 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di dapur SPPG yang berlokasi di Krajan Utara, Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.
Sejak pagi, karyawan dan mitra SPPG tampak melakukan korve kebersihan dengan menyasar seluruh area dapur. Aktivitas pembersihan dilakukan sebelum proses pengolahan makanan dimulai, sebagai bagian dari kesiapan pelayanan gizi.
Kegiatan ini tidak sekadar rutinitas harian, melainkan pembersihan menyeluruh yang dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Arahan tersebut juga berkaitan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai gerakan “Indonesia ASRI” yang disampaikan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Instruksi itu menekankan pentingnya kebersihan, kerapian, serta kesiapan fasilitas pelayanan publik, termasuk sektor pelayanan gizi.
Menindaklanjuti arahan tersebut, karyawan dan mitra SPPG Grujugan Kidul melakukan pembersihan dapur MBG secara menyeluruh. Seluruh bagian dapur, mulai dari area pengolahan makanan, peralatan masak, lantai, dinding, hingga ruang penyimpanan bahan pangan dibersihkan dan ditata kembali.
Peralatan dapur menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Kompor, meja kerja, serta alat-alat memasak dibersihkan satu per satu guna memastikan tidak ada sisa kotoran yang dapat memengaruhi keamanan pangan.
Lantai dan dinding dapur juga dibersihkan secara detail untuk menciptakan lingkungan kerja yang higienis dan nyaman. Pembersihan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi kontaminasi selama proses pengolahan makanan.
Kepala SPPG Grujugan Kidul, Muhammad Alfin Bardani, menjelaskan bahwa kebersihan dapur merupakan bagian penting dari standar pelayanan gizi yang harus dijaga secara konsisten.
“Setiap hari kami memang rutin melakukan bersih-bersih. Sebelum operasional dimulai dan setelah kegiatan selesai, karyawan pasti melakukan kebersihan,” ujar Alfin.
Namun, Alfin menegaskan bahwa kegiatan pada Sabtu pagi tersebut memiliki kekhususan tersendiri karena dilakukan secara total dan menyeluruh.
“Kegiatan hari ini kami lakukan secara menyeluruh. Ini bukan hanya rutinitas harian, tetapi juga bentuk evaluasi dan kesiapan fasilitas sesuai arahan BGN dan instruksi Presiden terkait Indonesia ASRI,” katanya.
Menurut Alfin, dapur MBG memiliki peran strategis dalam keberhasilan program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, kebersihan dan kelayakan dapur harus dipastikan sejak awal sebelum proses pengolahan makanan dimulai.
“Kalau dapurnya bersih dan tertata, proses memasak tentu lebih aman. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal kualitas pelayanan gizi yang kami berikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan korve kebersihan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, pembersihan menyeluruh akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari komitmen menjaga standar pelayanan.
“Kegiatan seperti ini pasti kami lakukan secara rutin ke depan. Tujuannya agar dapur selalu siap, layak, dan pelayanan pemenuhan gizi bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Melalui kegiatan bersih-bersih dapur ini, SPPG Grujugan Kidul menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis. Dari dapur yang bersih dan tertata, layanan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas terus diupayakan.





