Peristiwa

Janda di Kutorejo Kaget Orang Masuk Rumah Saat Dini Hari, Pelaku Kabur Dipergoki Anak

×

Janda di Kutorejo Kaget Orang Masuk Rumah Saat Dini Hari, Pelaku Kabur Dipergoki Anak

Sebarkan artikel ini
Rumah korban di Kutorejo yang diduga dimasuki orang tak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB. (Foto: Widi)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-
Seorang pemuda berinisial F (23) asal Dusun Pandansari, Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, diduga nekat masuk ke rumah seorang janda beranak satu pada Sabtu ( 31/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban diketahui bernama Arbaiyah (45), janda yang tinggal satu rumah bersama anaknya berinisial FN.

Kepada Sekilas Media, Arbaiyah menuturkan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang tertidur.
“Sekitar jam dua dini hari saya terbangun dan melihat ada orang masuk ke dalam rumah,” ujar Arbaiyah.

Mengetahui keberadaannya dipergoki, terduga pelaku disebut langsung membekap mulut korban. Arbaiyah mengaku sempat tengkurap untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta berusaha berteriak meminta tolong.

BACA JUGA :  Nahas! Pria di Jember Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Curi 9 Ekor Ayam

“Meskipun saya berteriak, pelaku tetap membungkam saya dengan paksa. Saya juga tidak tahu maksudnya masuk rumah, apakah ingin mencuri atau yang lain,” ungkapnya.

Teriakan korban akhirnya membangunkan anaknya, FN, yang berada di dalam kamar. Setelah diketahui oleh anak korban, terduga pelaku langsung melarikan diri meninggalkan rumah.

Pasca kejadian, Arbaiyah yang keseharian sebagai perias ini mengaku telah menyampaikan peristiwa tersebut kepada kepala dusun setempat. Namun, menurut pengakuan korban, permasalahan tersebut justru diarahkan untuk diselesaikan secara damai.

BACA JUGA :  Terjun ke Tebing, Pria di Bali Tewas Mengerikan

“Saya sebenarnya ingin melapor ke polisi, tapi dilarang oleh kepala dusun. Bahkan mau menyampaikan ke kepala desa juga dilarang, katanya cukup didamaikan saja,

anggap tidak ada apa-apa,” ujar Arbaiyah menirukan pernyataan kepala dusun.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kepolisian terkait peristiwa tersebut. Kasus ini masih menyisakan tanda tanya terkait motif terduga pelaku serta penanganan hukum yang semestinya dilakukan.

Sekilas Media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.