Pendidikan

Megengan Akbar YPM Taman Berlangsung Khidmat, Gunungan 2.026 Apem Jadi Puncak Acara

×

Megengan Akbar YPM Taman Berlangsung Khidmat, Gunungan 2.026 Apem Jadi Puncak Acara

Sebarkan artikel ini
Megengan Akbar SMK YPM 1 Taman

 

Sidoarjo, sekilasmedia.com – Yayasan Pendidikan Ma’arif dan Sosial (YPM) Taman menggelar kegiatan Megengan Akbar pada Sabtu (14/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di komplek YPM Megare–Ngelom tersebut diikuti seluruh civitas pendidikan dari unit-unit sekolah hingga perguruan tinggi di bawah naungan YPM.

Pelaksanaan Megengan Akbar dimulai sejak pagi hari dengan suasana udara yang sejuk dan cuaca cerah. Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB dan berjalan tertib serta khidmat. Ketua pelaksana kegiatan ditugaskan kepada unit SMK YPM 1 Taman.

Megengan Akbar ini diikuti oleh Sekolah SMP YPM 1 Taman, SMA Wachid Hasyim 2 Taman, SMK YPM 1 Taman, SMK YPM 2 Taman, SMK YPM 3 Taman, hingga kampus Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA). Seluruh siswa dan siswi hadir bersama para guru, staf, serta pimpinan unit masing-masing dari komplek YPM Ngelom–Megare.

BACA JUGA :  Sosialisasi Bahaya Intoleran, Radikal dan Terorisme di SMK Prapanca 1

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh H. Harjono, M.Pd. dari SMK YPM 1 Taman.

Dalam sambutannya, H. Harjono menjelaskan bahwa tradisi Megengan memiliki nilai filosofis yang kuat dan sarat makna. Ia menyampaikan bahwa unsur Megengan terdiri dari tiga item utama, yakni apem, kolak, dan ketan. Apem dimaknai sebagai simbol afwan atau permohonan maaf antar sesama. Kolak melambangkan kesadaran manusia terhadap asal-usul penciptaannya, sementara ketan bermakna perekat atau penguat tali persaudaraan. Nilai-nilai tersebut merupakan akulturasi ajaran Islam dan budaya Jawa yang perlu terus dijaga dan diwariskan.

Sambutan kedua disampaikan oleh H. Anshori selaku perwakilan Ketua Yayasan Pendidikan Ma’arif dan Sosial (YPM). Ia menegaskan bahwa Megengan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari pembinaan spiritual dan karakter bagi seluruh civitas pendidikan YPM menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

BACA JUGA :  Gus Fawait Lantik 734 Kepala SD dan SMP di Jember

“Tradisi Megengan harus terus dirawat sebagai sarana introspeksi diri, penguatan iman, serta mempererat silaturahmi antarwarga YPM,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Moch Alli Imron, M.Pd.. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Ahmad Rifqi, M.Pd. dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan.

Puncak kegiatan Megengan Akbar ditandai dengan pembagian gunungan apem sebanyak 2.026 buah. Pembagian gunungan tersebut berlangsung meriah dan disambut antusias oleh seluruh siswa dan guru yang hadir, sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur menjelang bulan Ramadan. (Aila)