BISNIS

Modal Seni & 20 Ribu, Lina Florist Sukses Sulap Buket Estetik Jadi Peluang Bisnis

×

Modal Seni & 20 Ribu, Lina Florist Sukses Sulap Buket Estetik Jadi Peluang Bisnis

Sebarkan artikel ini
Karya buket bunga estetik dari Lina Florist dengan harga yang ramah di kantong. foto:lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Bisnis kreatif di bidang handicraft kini semakin menjamur, salah satunya adalah Lina Florist. Usaha yang baru dirintis pada September 2024 ini berhasil menarik perhatian berkat tangan dingin pemilik yang mengubah material sederhana menjadi kado (gift) yang istimewa.

Berawal dari kecintaan terhadap seni dan kreasi, pemilik Lina Florist memutuskan untuk membuka jasa pembuatan buket secara mandiri di kediaman rumahnya. Fokus utamanya yaitu memeberikan sentuhan seni yang berbeda di setiap rangkaian, karena ia percaya bahwa di setiap masing-masing pembuat memiliki khas visual tersendiri.

BACA JUGA :  Warga Desa Banyuanyar Tengah Probolinggo Kreatif Buat Tanaman Bonsai

Lina Florist menawarkan beragam pilihan buket, mulai dari artificial flowers (bunga tiruan), buket uang, cokelat, hijab, hingga yang unik seperti buket kupu-kupu dan buket thumbelina. Pelanggan juga dibebaskan untuk melakukan permintaan khusus (custom) sesuai keinginan.

“Harganya sangat terjangkau karena target pasar saya memang untuk anak sekolah dan mahasiswa. Bisa dibandingkan dengan florist lain, di sini harga mulai Rp 20.000 saja. Murah tapi tidak murahan, ” ujar pemilik Lina Florist. Inilah yang membuat brand-nya sering menjadi pilihan untuk kado ulang tahun, anniversary, hingga pertunangan (engagement).

BACA JUGA :  Semangat Hari Pahlawan, PLN Luncurkan Program “Power Hero”, Beri Diskon 50% Tambah Daya

Meskipun baru berdiri, Lina Florist sudah memiliki sistem produksi yang efektif. Secara umum, sistem pemesanan dilakukan berdasarkan orderan yang masuk melalui Instagram @linaflorist02 atau WhatsApp 081216476954. Namun, bagi pelanggan yang membutuhkan buket dalam waktu cepat tau urgent, Lina Florist mampu menyelesaikan buketnya dalam waktu 3 jam saja.

Hingga saat ini, puncak pesanan biasanya terjadi pada hari-hari besar seperti Hari Ibu, Hari Guru, dan Valentine. Melalui pemasaran digital, Lina Florist mampu membuktikan bahwa bisnis skala rumahan mampu bersaing jika didasari oleh passion dan pemahaman tepat terhadap pasar lokal.