Daerah

Pesona Hijau Ranu Manduro, Hamparan Surga yang Lahir dari Bekas Galian

×

Pesona Hijau Ranu Manduro, Hamparan Surga yang Lahir dari Bekas Galian

Sebarkan artikel ini
Hamparan hijau Ranu Manduro di Mojokerto, bekas tambang yang disulap menjadi destinasi wisata alam memukau dan ramah di kantong. (Foto:Sayyida)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Pesona alam di Kabupaten Mojokerto terus menawarkan keindahan yang tak pernah habis untuk diceritakan. Salah satu tempat wisata yang terus menarik perhatian banyak orang adalah Ranu Manduro, yang berada di Desa Manduro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Destinasi ini menyajikan pemandangan luas yang dominan tanaman hijau yang luas, dihiasi oleh gunung-gunung yang tinggi dan megah, seperti berada di alam negara lain.

Sebenarnya, area Ranu Manduro adalah lahan bekas tambang yang sudah tidak beroperasi lagi dan kini terbengkalai. Namun, berkat perhatian dan inisiatif warga setempat, lahan itu kini diubah menjadi destinasi wisata terbaik yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi desa.

Dengan mengelola sendiri, masyarakat memastikan tempat tersebut tetap enak dan nyaman dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai daerah.

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja, KadivPas Kumham Jawa Timur Sidak Lapas Lamongan

Untuk menikmati keindahan alam tempat ini, pengunjung hanya perlu membayar tarif masuk yang rendah, yaitu sebesar Rp 5.000 per orang. Wisata Ranu Manduro mulai melayani pengunjung setiap hari mulai pukul 08.00 pagi dan beroperasi sampai pukul 17.00 WIB.

Objek tanah bekas tambang yang indah ini menjadi sumber penghasilan baru bagi fotografer professional maupun pemula yang menawarkan jasa dokumentasi di tempat tersebut.

Di lokasi wisata, seorang petugas di loket menjelaskan bahwa pengelolaan tempat ini dilakukan sepenuhnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat setempat. “Saat dulu, lahan ini adalah bekas galian yang tidak ada penggunaannya, lalu warga memutuskan untuk mengubahnya menjadi tempat wisata karena memiliki potensi yang sangat besar,” katanya pak Budi(penjaga pintu masuk).

BACA JUGA :  Wawako Fitrianti Agustinda Kukuhkan 250 Duta GenRe Berasal Dari 18 Kecamatan

“Dengan tarif Rp 5.000, kami berharap semua orang bisa menikmati alam di sini sekaligus membantu perekonomian warga desa,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, salah satu pengunjung dari luar kota, Indah, mengatakan sangat tertarik dengan perubahan lahan bekas tambang tersebut. “Awalnya mengetahui dari media sosial, lalu langsung tertarik datang ke sini.” Kata Fifin (pengunjung).

Tempatnya sangat cocok untuk berfoto-foto, terlebih lagi harganya sangat terjangkau. Rasanya tidak bisa percaya kalau dulunya tempat ini adalah bekas tambang karena sekarang tampak sangat indah dan alami.” Imbuhnya.

Dengan kerja sama yang baik antara kekayaan alam dan kreativitas warga desa, Ranu Manduro kini menjadi contoh bahwa lahan yang terbengkalai bisa memberikan manfaat besar jika dikelola dengan benar.