Bondowoso,Sekilasmedia.com – Suasana berbeda terasa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bondowoso, Kamis (13/02). Ratusan warga binaan mengikuti kegiatan motivasi dan refleksi diri yang digelar di Masjid Al-Ichwan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian.
Kegiatan ini menghadirkan penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso guna memberikan penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan, baik laki-laki maupun perempuan.
Sebanyak empat penyuluh agama pria memberikan pembinaan kepada warga binaan laki-laki, sementara dua penyuluh agama wanita mendampingi warga binaan perempuan. Seluruhnya menyampaikan materi yang berfokus pada introspeksi diri dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Sejak awal kegiatan, suasana tampak khidmat. Warga binaan diajak merenungi perjalanan hidup, menyadari kesalahan masa lalu, serta menumbuhkan kesadaran untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Pendekatan yang digunakan para penyuluh bersifat persuasif dan empatik. Mereka tidak hanya menyampaikan materi ceramah, tetapi juga membangun dialog batin agar peserta mampu memahami makna ujian hidup yang sedang dijalani.
Dalam sesi refleksi, sejumlah warga binaan tampak terharu dan larut dalam suasana penghayatan. Momen tersebut menjadi ruang untuk membersihkan hati sekaligus memperkuat tekad memperbaiki diri.
Petugas lapas turut memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif. Pengawasan dilakukan secara humanis agar suasana tetap nyaman dan peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh ketenangan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan respons emosional selama proses refleksi berlangsung, petugas juga menyiapkan perlengkapan pendukung guna menjaga kondisi fisik peserta.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Bondowoso dalam membangun pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual, tidak hanya aspek kedisiplinan semata.
Melalui penguatan rohani, diharapkan warga binaan memiliki kesadaran baru bahwa masa pembinaan adalah kesempatan memperbaiki diri, bukan sekadar menjalani hukuman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bekal penting dalam proses reintegrasi sosial, agar kelak mereka dapat kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih matang, bertanggung jawab, dan berakhlak lebih baik.
Dengan pendekatan yang menyentuh hati, Lapas Bondowoso berharap program serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun manusia yang lebih kuat secara spiritual dan siap menata masa depan.





