BISNIS

Warisan Pahat Generasi Kelima, Java Sculpture Trowulan Tembus Pasar Eropa dan India

×

Warisan Pahat Generasi Kelima, Java Sculpture Trowulan Tembus Pasar Eropa dan India

Sebarkan artikel ini
Aktifitas para pengrajin Java Sculpture foto: lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Terletak di Jalan Hayam Wuruk, tepatnya di Dusun Prayan Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, terdapat sebuah bengkel seni bernama Java Sculpture yang terus melestarikan kreativitas seni pahat khas Majapahit. Usaha yang dikelola oleh Zainal Mas’udin ini bukanlah sekadar bisnis biasa, melainkan sebuah warisan turun-temurun yang saat ini telah mencapai generasi kelima.

Mas’udin mengawali langkah mandirinya di tahun 2009. Berbekal darah seni dari para leluhur yang merupakan seorang pemahat hingga ia berhasil membawa produk lokal Trowulan melanglang buana ke pasar internasional sejak awal 2011.

Meski Mas’udin mengakui bahwa brand-nya kurang populer di pasar lokal, Java Sculpture justru menjadi bintang di luar negeri. Australia menjadi tempat ekspor pertamanya, kemudian berkembang hingga ke Eropa dan India. Pengirimannya pun tidak main-main, Mas’udin rutin mengirimkan produknya dalam skala besar menggunakan kontainer.

BACA JUGA :  Pentol Setan, Sensasi Pedas yang Legendaris

Daya tarik Java Sculpture bahkan memikat tokoh nasional seperti dr. Tompi yang sempat menggunjungi langsung lokasi pembuatan. “Target pasar kami memang fokus ke ekspor. Setiap tahun, selalu saja datang klien dari mancanegara yang datang melihat langsung,” ujar Zainal Mas’udin.

Java Sculpture menawarkan berbagai produk untuk dekorasi, home living, hingga ornamen taman. Material utamanya yang digunakan adalah batu hijau yang langsung didatangkan setiap hari dari Pacitan.

Mas’udin sangat selektif dalam memenuhi permintaan custom dari pelanggan. “Jika desain yang pelanggan kirim sesuai dengan spesifikasi batu, kami buatkan dari batu pahat. Namun, jika desainnya tidak memungkinkan menggunakan batu, kami alihkan ke media semen putih cetah,” jelasnya. Penggunaan teknik cetak ini juga merupakan strategi perusahaan untuk memproduksi produk dalam jumlah yang lebih banyak dan cepat.

BACA JUGA :  Pengusaha Tahu Sidoarjo Masih Tetap Jalan Meski Harga Kedelai Impor Naik

Keberhasilan Java Sculpture membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Saat ini Mas’udin mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan yang terdiri dari teman lama dan tetangga sekitar. Meskipun pesanannya fluktuatif, hampir setiap hari selalu ada aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus mengalir.

Java Sculpture juga menyediakan katalog karya dan mereka juga aktif mengunggah hasil produksinya melalui media sosial seperti Instagram @indonesiastonecarving, Tik Tok @madein_indonesia, Facebook @Java Sculpture, Website www.senimajapahit.com.

Hadirnya Java Sculpture menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional yang dikelola dengan manajemen profesional mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur dan pemberdayaan masyarakat lokal.