Daerah

Bank Jatim Diminta Tekan BOPO lewat QRIS

×

Bank Jatim Diminta Tekan BOPO lewat QRIS

Sebarkan artikel ini
Komisi C DPRD Jatim mendorong Bank Jatim menekan rasio BOPO melalui optimalisasi QRIS dan peningkatan dana murah dari sektor UMKM. Sementara itu, manajemen melaporkan laba bersih kuartal III-2025 tumbuh hingga 23,6% YoY, dengan penguatan aset, kredit, dan CASA serta komitmen menjaga efisiensi dan menekan NPL.(foto: doc)

 

Surabaya,Sekilasmedia.com-Dorongan efisiensi kembali mengemuka di Komisi C DPRD Jawa Timur. Anggotanya, Pranaya Yudha Mahardika, menilai Bank Jatim masih memiliki ruang besar untuk menekan rasio BOPO melalui strategi digital, khususnya optimalisasi QRIS. “BOPO memang membaik, tapi masih bisa ditekan lagi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim itu mengatakan, kunci efisiensi ada pada peningkatan porsi dana murah. Ia menilai QRIS dapat menjadi sumber DPK murah yang efektif, jauh lebih efisien dibanding deposito yang berbunga tinggi.

“Salah satu cara yang paling masuk akal adalah mencari dana murah. Dan itu bisa dari optimalisasi QRIS,” tegasnya.
Ia menjelaskan, jumlah pengguna QRIS Bank Jatim harus diperluas agar biaya operasional menurun secara signifikan.
“Kalau pengguna naik, dana murahnya masuk, otomatis BOPO turun,” ujarnya. Karena itu, ia meminta Bank Jatim membentuk satgas khusus untuk menggenjot ekspansi pengguna QRIS, terutama di sektor UMKM.

BACA JUGA :  Pengurus Perbakin Audiensi ke Polresta Denpasar

Pranaya juga menyoroti potensi besar dari transaksi harian UMKM yang nominalnya kecil namun masif.
“Tiap hari mungkin cuma ratusan ribu atau satu juta. Tapi kalau jumlahnya banyak, dampaknya signifikan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, melaporkan kinerja perseroan yang terus menguat. Laba bersih kuartal III-2025 naik 23,5%–23,66% YoY menjadi Rp1,14–1,15 triliun.
“Kenaikan ini ditopang pendapatan bunga dan ekspansi kredit produktif,” jelasnya.
Winardi menegaskan dua fokus utama Bank Jatim: mendorong pendapatan dan meningkatkan efisiensi.

BACA JUGA :  Danyonif 511/DY : Hikmah Hari Raya Idul Adha di Tengah Pandemi Covid 19

“Kami dorong revenue, sekaligus kami perbaiki efisiensi. Dua-duanya berjalan,” tegasnya. Ia juga memastikan penurunan NPL tetap menjadi prioritas. “NPL akan terus kami tekan,” ujarnya.

Secara fundamental, Bank Jatim mencatat penguatan di hampir semua lini, mulai aset Rp107,49 triliun, kredit Rp67,74 triliun, DPK Rp85,19 triliun, hingga CASA yang naik menjadi 58,96%. Adapun NPL berada di level 3,96%. (adv)