Daerah

Hakikat Ijabah Doa, Kajian Ustadz Amin Al Makmun di Madasa Mojokerto

×

Hakikat Ijabah Doa, Kajian Ustadz Amin Al Makmun di Madasa Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Ustadz Muhammad Amin Al Makmun saat memberikan tausiyah tentang hakikat doa kepada jamaah Ansor dan Fatayat di Masjid Agung Darussalam (Madasa). Foto: Lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Suasana khidmat di Masjid Agung Darussalam (Madasa) pada sore hari menjelang berbuka. Kegiatan pengajian rutin yang diinisiasi oleh PAC GP Ansor Sooko bersama PC Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Kabupaten Mojokerto ini menghadirkan Ustadz Muhammad Amin Al Makmun sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya yang berlangsung pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, Ustadz Amin membedah secara mendalam tentang bagaimana Allah SWT mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Beliau menjelaskan bahwa ijabah Allah hadir dalam berbagai bentuk yang sering kali tidak disadari manusia. Pertama, doa bisa dikabulkan tepat sesuai permintaan dan cara memintanya. Namun, ada kalanya ijabah tersebut diundur waktunya karena Allah menyimpan hikmah yang lebih besar di masa depan. Selain itu, doa juga bisa diwujudkan dalam bentuk lain yang lebih dibutuhkan oleh manusia, seperti anugerah kesehatan, keselamatan, hingga jodoh, karena rezeki tidak selamanya berupa uang.

BACA JUGA :  6,9 Miliyar Bantuan Insentif Akan Disalurkan di Tahun Ini

“Jangan pernah berputus asa dalam berdoa karena aktivitas berdoa itu sendiri sudah membuahkan ganjaran. Kita harus selalu berprasangka baik (khusnudzon) karena Allah bertindak sesuai prasangka hamba-Nya. Jika semua keinginan dituruti seketika, dikhawatirkan manusia akan jatuh dalam kesombongan, padahal sejatinya Allah memberikan segala sesuatu sesuai dengan keperluan kita,” pesan beliau di hadapan jamaah.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Resmi Membuka Diktuk Bintara dan Tamtama Polri Gelombang II di SPN Bangsal

Pengajian ini diikuti dengan antusias oleh para jamaah sekitar masjid serta Ibu-ibu Fatayat Kecamatan Sooko. Setelah materi usai, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Tak berhenti di situ, rangkaian ibadah di Madasa berlanjut hingga malam hari, di mana setelah shalat Tarawih, jamaah melaksanakan Mujahadah Kubro untuk memohon keberkahan bersama.

Penulis: Lima Editor: Erik