TENTARAKU

Jalan yang Menumbuhkan Harapan di Desa Mandala

×

Jalan yang Menumbuhkan Harapan di Desa Mandala

Sebarkan artikel ini
Jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar sekitar 2,5 meter tersebut telah selesai dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0827/Sumenep, foto Trisno

Sumenep,Sekilasmedia.com – Pagi di Desa Mandala selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil menuju ladang. Udara masih dingin ketika Nuriyah berjalan menyusuri jalan desa di Dusun Karang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

Di tangannya tergenggam sabit kecil, sementara di punggungnya tergantung keranjang anyaman yang biasa ia gunakan untuk membawa hasil panen bawang.

Langkah perempuan paruh baya itu kini terasa jauh lebih ringan dibandingkan beberapa bulan lalu. Bukan karena jarak ladangnya berubah, melainkan karena jalan yang dilaluinya telah berbeda. Jalur yang dahulu rusak, berlubang, dan berubah licin saat hujan, kini telah berubah menjadi hamparan aspal yang mulus.

Nuriyah masih mengingat betul bagaimana dulu warga harus berjalan hati-hati setiap kali melewati jalan itu.

“Dulu jalannya rusak sekali. Kalau hujan becek dan licin, kami sering khawatir jatuh,” ujar Nuriyah lirih.

Kini kekhawatiran itu perlahan hilang. Jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar sekitar 2,5 meter tersebut telah selesai dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0827/Sumenep. Jalan itu tidak sekadar mempermudah perjalanan Nuriyah menuju ladang, tetapi juga membuka ruang baru bagi aktivitas ekonomi warga desa.

Perubahan sederhana itu menjadi bagian dari cerita besar tentang bagaimana sebuah program pembangunan hadir langsung di tengah masyarakat desa.

Program TMMD ke-127 di Desa Mandala sendiri berlangsung selama satu bulan penuh. Kegiatan dimulai pada 10 Februari 2026 dan resmi ditutup pada 11 Maret 2026. Dalam rentang waktu tersebut, prajurit TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat bekerja bahu membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.

Bagi sebagian masyarakat perkotaan, pembangunan sering kali terlihat dari gedung tinggi atau jalan raya yang megah. Namun di Desa Mandala, pembangunan justru dimulai dari sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan warga, jalan desa, fasilitas umum, serta pengetahuan yang menguatkan masyarakat.

Program TMMD ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0827/Sumenep pada tahun 2026 menjadikan desa ini sebagai lokasi kegiatan terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Komandan Satuan Tugas TMMD ke-127, Letkol Inf Citra Persada, menjelaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa harus berjalan secara menyeluruh.

“Pembangunan infrastruktur harus diiringi peningkatan pengetahuan dan kemandirian warga. Ketahanan desa tidak hanya dibangun dari bangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya,” kata Letkol Inf Citra Persada.

Desa Mandala menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat dilakukan dengan pendekatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Jalan Desa yang Menghubungkan Kehidupan

Salah satu sasaran utama dalam TMMD ke-127 di Desa Mandala adalah pembangunan jalan penghubung di Dusun Karang.

Jalan tersebut sebelumnya menjadi keluhan lama warga. Kondisi tanah yang tidak stabil membuat jalur itu sering rusak. Ketika hujan turun, air menggenang dan membuat jalan menjadi licin serta sulit dilalui kendaraan.

Bagi para petani seperti Nuriyah, kondisi itu menjadi tantangan setiap hari. Mereka harus berjalan dengan hati-hati ketika membawa hasil panen dari ladang menuju rumah atau pasar.

BACA JUGA :  Beri Rasa Aman, Babinsa Koramil 0814/09 Kudu Dampingi Penyaluran BLT DD Diwilayah

Proses pembangunan jalan dilakukan secara bertahap. Personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat bekerja menata batu sebagai lapisan dasar sebelum dilakukan pengaspalan.

Pemandangan gotong royong itu terlihat hampir setiap hari di Dusun Karang. Prajurit TNI dan warga desa bekerja berdampingan, memindahkan batu, meratakan tanah, hingga menyiapkan lapisan jalan.

Pada suatu malam di bulan Ramadan, aktivitas pembangunan masih berlangsung.

Usai melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Yayasan Miftahul Ulum, Letkol Inf Citra Persada datang langsung ke lokasi pekerjaan untuk memantau progres pembangunan.

Lampu-lampu sederhana menerangi area kerja. Beberapa prajurit dan warga masih sibuk menyusun batu di badan jalan. Kehadiran Dansatgas di lokasi itu bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memberi semangat kepada para personel dan masyarakat yang terlibat.

Menurutnya, pekerjaan sempat mengalami kendala karena distribusi material dan cuaca yang sering turun hujan. Namun ketika cuaca mendukung, pengerjaan kembali dipercepat agar target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

Di lokasi itu terlihat jelas bagaimana kerja sama antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program TMMD.

Menghapus Kekhawatiran Warga

Selain pembangunan jalan, TMMD juga menghadirkan solusi bagi masalah lain yang selama ini menjadi kekhawatiran warga Desa Mandala.

Di salah satu titik jalan di Dusun Karang, tanah di sisi jalan pernah mengalami erosi cukup parah akibat aliran air hujan. Kondisi tersebut membuat badan jalan rawan longsor dan membahayakan warga yang melintas.

Setiap kali hujan deras turun, warga sering merasa cemas. Jika tanah di sisi jalan runtuh, akses transportasi warga bisa terputus.

Melalui program TMMD, Satgas Kodim 0827/Sumenep bersama masyarakat membangun tembok penahan tanah atau plengsengan sepanjang 25 meter dengan tinggi sekitar 2,8 meter. Kini tembok penahan tanah itu berdiri kokoh di sisi jalan.

Bagi warga desa, bangunan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun keberadaannya memberi rasa aman yang sebelumnya tidak mereka miliki.

Tokoh masyarakat Desa Mandala, H. Rasid, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan tersebut.

“Dulu kalau lewat sini rasanya was-was, apalagi setelah hujan deras. Sekarang plengsengannya sudah kuat dan rapi, kami merasa lebih aman,” jelas H. Rasid.

Bagi masyarakat, rasa aman seperti itu merupakan bagian penting dari kualitas hidup di desa.

Pembangunan yang Menyentuh Kehidupan

Program TMMD di Desa Mandala tidak berhenti pada pembangunan jalan dan tembok penahan tanah. Berbagai fasilitas lain juga dibangun untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Masjid Baiturrahman di Dusun Karang, misalnya, mendapatkan pembangunan fasilitas MCK dan tandon air, pemasangan keramik, serta pemasangan kanopi. Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, pemasangan paving dilakukan untuk memperbaiki lingkungan pesantren agar lebih tertata.

Selain itu, program unggulan tambahan juga menghadirkan pembangunan lima unit MCK bagi warga serta renovasi rumah tidak layak huni.

Bagi keluarga penerima bantuan, perubahan itu sangat berarti. Rumah yang sebelumnya kurang layak huni kini menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.

Di sisi lain, program pengeboran sumur juga dilaksanakan di beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat desa.

BACA JUGA :  Dandim Tinjau Langsung Lokasi TMMD Desa Siwalan

Membangun Pengetahuan Masyarakat

TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Sejumlah penyuluhan diberikan kepada warga desa, mulai dari wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, hingga penyuluhan hukum.

Di bidang kesehatan, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pencegahan stunting serta pentingnya keluarga berencana.

Sementara di sektor ekonomi, kegiatan penyuluhan pertanian dan budidaya ikan diberikan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Salah satu kegiatan penting adalah sosialisasi yang disampaikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai program swasembada pangan serta rencana penyuluhan pertanian pada tahun 2026.

Pemateri dari dinas tersebut, Moh. Hafidi, menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan program, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani berjalan dengan baik,” ungkap Hafidi.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat desa tidak hanya menerima pembangunan fisik, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kebersamaan yang Terjalin

Di balik berbagai kegiatan pembangunan selama satu bulan pelaksanaan TMMD, kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat juga terjalin erat.

Salah satu momen yang paling berkesan terjadi ketika para prajurit Satgas TMMD berbuka puasa bersama warga di rumah tokoh masyarakat Desa Mandala, H. Rasid.

Menjelang azan Magrib, prajurit TNI dan warga duduk bersama di ruang sederhana rumah tersebut. Tidak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga desa. Mereka berbincang santai sambil menunggu waktu berbuka.

Menurut Letkol Inf Citra Persada, momen seperti itu menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik desa, tetapi juga membangun kebersamaan antara TNI dan rakyat,” ucapnya.

Desa yang Bergerak Bersama

Kini, tepat satu bulan sejak dimulai pada 10 Februari 2026, seluruh sasaran kegiatan TMMD ke-127 di Desa Mandala yang ditutup pada 11 Maret 2026 telah rampung.

Jalan desa telah diaspal. Tembok penahan tanah berdiri kokoh. Fasilitas umum telah diperbaiki. Berbagai kegiatan penyuluhan juga telah dilaksanakan.

Namun bagi warga Desa Mandala, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya proyek pembangunan tersebut. Nilai yang paling terasa adalah perubahan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Jalan yang lebih baik mempermudah petani menuju ladang. Fasilitas yang diperbaiki meningkatkan kenyamanan masyarakat. Pengetahuan yang diberikan membuka wawasan baru bagi warga desa.

Di tengah perubahan itu, Nuriyah kembali berjalan pulang dari ladangnya. Keranjang di punggungnya kini berisi bawang hasil panen pagi itu. Ia melangkah di jalan aspal yang sama, melewati rumah-rumah warga dan tembok penahan tanah yang berdiri kokoh di sisi jalan.

Bagi sebagian orang, perubahan di Desa Mandala mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga desa, perubahan itu membawa arti besar.

Ia menghadirkan rasa aman, mempermudah pekerjaan, dan menumbuhkan keyakinan bahwa pembangunan benar-benar hadir hingga ke desa. Di jalan desa itulah harapan tumbuh pelan, namun pasti.