Daerah

SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Bahaya NAPZA

×

SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Bahaya NAPZA

Sebarkan artikel ini
SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng yang sedang mengikuti sosialisasi NAPZA. (Foto: Shalvana)

Mojokerto,Sekilasmedia.com– SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, menggelar kegiatan sosialisasi tentang pencegahan perundungan (bullying), bahaya NAPZA, serta kesehatan reproduksi bagi para siswa, Sabtu (8/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai berbagai persoalan yang sering dihadapi remaja.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Puskesmas Jatirejo, yakni dr. Dela Putri Pratikno. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan remaja serta dampak yang bisa ditimbulkan bagi korban.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. dr. Dela menekankan bahwa penyalahgunaan zat terlarang dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental, serta dapat merusak masa depan generasi muda.

BACA JUGA :  Gus Muhdlor Resmikan Ponpes Hidayatul Mubtadi'in Terik Krian

Tidak hanya itu, materi tentang kesehatan reproduksi juga turut disampaikan dalam kegiatan tersebut. Para siswa diajak untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak usia sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng. Suasana berlangsung cukup interaktif, karena para siswa terlihat aktif mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi dan tanya jawab.
Kepala SMP Tahfidz Darul Qur’an Mojogeneng, Ziana Walidah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap perkembangan para siswa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di masa remaja.

BACA JUGA :  Hari Pendidikan Nasional, Bupati Subandi Serahkan Penghargaan Kepada Guru dan Siswa

“Melalui kegiatan ini kami berharap para siswa dapat memahami bahaya bullying dan penyalahgunaan NAPZA, serta memiliki pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi sehingga mereka bisa menjaga diri dengan baik,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa. Dengan adanya pemahaman sejak dini, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, berakhlak baik, serta saling menghargai satu sama lain.