Pariwara

Tanpa Karyawan Demi Kualitas, Tiks Crochet Sukses Jaga Keaslian Karya Tangan

×

Tanpa Karyawan Demi Kualitas, Tiks Crochet Sukses Jaga Keaslian Karya Tangan

Sebarkan artikel ini
Produk karakter hasil rajutan tangan (handmade) Tiks Crochet yang diproduksi secara terbatas. Foto: Lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Di Dusun Kalijaring, Mlirip, Jetis, Kabupaten Mojokerto, kesibukan jemari Tutik tak pernah berhenti. Sejak tahun 2016, ia konsisten merajut benang demi benang hingga menjadi karya yang diminati oleh pasar lokal maupun wisatawan.

Memulai langkahnya hampir satu dekade lalu, Tutik mengawali usahanya dengan membuat produk sederhana. “Awal merintis itu saya buat sarung bantal rajut, lalu mulai modifikasi ke taplak meja dan sarung bantal kursi dengan sentuhan rajutan khas,” ucapnya.

Antara tahun 2017 hingga 2019, Tutik mulai melakukan diversifikasi produk. Ia memproduksi berbagai macam gantungan kunci, mulai dari alfabet, angka, hingga boneka karakter yang menggemaskan. Tak hanya mengandalkan penjualan mulut ke mulut, ia juga merambah dunia digital melalui Shopee (@tutiksgrti) dan media sosial seperti Instagram (@tikscrochet) serta Facebook.

BACA JUGA :  Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Mengucapkan Dirgahayu RI Ke-77

Pesanan pun mulai beragam, mulai dari boneka, tas, dompet, hingga kostum karakter untuk sesi foto bayi baru lahir (newborn photoshoot). Berkat branding yang konsisten di Instagram, usahanya semakin dikenal luas pasca pandemi COVID-19. Pelanggannya pun kini mencakup turis asing yang sedang berlibur serta klien tetap yang rutin memesan dalam jumlah banyak.

Hal yang paling istimewa dari Tiks Crochet adalah seluruh proses pengerjaannya dilakukan sendiri oleh Tutik tanpa bantuan karyawan. Ia memegang teguh prinsip bahwa setiap rajutan adalah karya seni yang kualitas dan estetikanya harus ia jaga sendiri.

“Saya sama sekali tidak memiliki karyawan karena ingin tetap mempertahankan kualitas dan nilai seni dari tangan saya sendiri. Memang pengerjaannya jadi sedikit lebih lama, tapi hasilnya pasti bagus dan konsisten meskipun membuat puluhan pesanan,” tegas Tutik.

BACA JUGA :  Literasi Digital Kabupaten Ponorogo

Tiks Crochet melayani custom order sesuai keinginan pembeli, baik dari segi bentuk maupun penyesuaian harga. Karena sistem pengerjaan tangan (handmade) dan pre-order (PO), tak jarang tokonya di Shopee harus ditutup sementara karena pesanan yang membeludak (overload).

Loyalitas pelanggannya pun sangat tinggi. Selain karena hasil rajutan yang rapi dan konsisten, Tutik selalu memberikan bonus berupa free gift seperti charm, jepit rambut, atau pita di setiap pesanan. Hal inilah yang membuat pelanggan selalu kembali dan mempercayakan kebutuhan rajutan mereka kepada Tiks Crochet.