Daerah

Darurat Infrastruktur: Jalan Sidikalang Jadi Kolam Pancing & Ladang Jagung, Warga Kuliti Gagalnya Janji Jatagena Pemkab Dairi

×

Darurat Infrastruktur: Jalan Sidikalang Jadi Kolam Pancing & Ladang Jagung, Warga Kuliti Gagalnya Janji Jatagena Pemkab Dairi

Sebarkan artikel ini
Darurat Infrastruktur: Jalan Sidikalang Jadi Kolam Pancing & Ladang Jagung, Warga Kuliti Gagalnya Janji Jatagena Pemkab Dairi, sekilasmedia.com, Arif

 

Dairi ,Sekilasmedia.com– Kemarahan warga Sidikalang memuncak. Senin (27/4/2026), ruas-ruas jalan rusak parah di Kecamatan Sidikalang resmi “beralih fungsi” menjadi kolam pancing dan ladang jagung.

Aksi teatrikal itu bukan guyonan. Itu tamparan telak bagi Pemkab Dairi di bawah Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala yang dituding gagal total menepati janji “Jalan Tanpa Genangan Air (Jatagena)”.

Di tengah genangan air setinggi betis orang dewasa, warga melempar kail dan menanam benih jagung. Spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Kolam Pancing Jatagena” dibentangkan. Sindiran paling pahit untuk pemerintah daerah.

Jalan Maut: Korban Berjatuhan, Pemkab Tutup Mata
Andi Silalahi, koordinator aksi, mengungkap borok infrastruktur Dairi yang sudah bertahun-tahun dibiarkan.

“Ini bukan baru seminggu dua minggu. Ini sudah bertahun-tahun! Lubangnya makin lebar, genangannya makin dalam. Pemerintah ke mana? Apa nunggu ada yang mati dulu baru turun?” geram Andi saat di wawancara dengan sekilasmedia.com,pada Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun warga, sedikitnya 17 pengendara motor terjatuh di titik Jalan Sisingamangaraja dan Jalan Ahmad Yani sepanjang Januari-April 2026. Tiga di antaranya luka berat: patah tulang, robek di kepala, dan harus dirawat intensif di RSUD Sidikalang.

“Satu ibu-ibu jatuh sampai keguguran kandungannya gara-gara menghantam lubang. Mana tanggung jawab Bupati? Mana Wabup? Jangan cuma datang pas kampanye,” ungkap Andi dengan nada tinggi.

BACA JUGA :  Polsek Tarik Laksanakan Patroli Ketahanan Pangan dan Dialogis Petani Jagung

Kerugian materi juga tak main-main. Bengkel-bengkel di Sidikalang mengaku kebanjiran pelanggan akibat velg pecah, shockbreaker patah, dan mesin kemasukan air karena “berenang” di jalan.

Jatagena: Slogan Kosong di Atas Jalan Hancur
Warga secara brutal membedah slogan andalan Pemkab Dairi: Jatagena – Jalan Tanpa Genangan Air.

“Ini pembohongan publik! Namanya Jatagena, tapi faktanya jalan kami jadi danau. Airnya nggak surut-surut. Mau mancing lele juga bisa,” sindir Boruni br. Sinaga, ibu rumah tangga yang ikut aksi sambil menenteng pancing.

“Mereka bangga dengan Jatagena, tapi realisasinya nol. Anggaran miliaran dikemanakan? Jalan utama kota saja kayak kubangan kerbau. Bagaimana jalan ke desa-desa? Pasti lebih parah,” tambah Rudi Manik, tukang ojek yang motornya rusak dua kali dalam sebulan.

Warga menantang Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala untuk turun langsung tanpa ajudan, tanpa protokoler. “Naik motor sendiri. Lewati jalan ini jam 7 malam pas hujan. Kalau nggak jatuh, kami sujud sama Bapak,” tantang warga.

Anggaran Infrastruktur Miliaran, Hasilnya Kolam
Kekesalan warga makin memuncak saat disinggung soal APBD. Tahun 2026, Dinas PUPR Dairi diketahui mengalokasikan Rp 42,3 miliar untuk pemeliharaan jalan kabupaten. Namun hingga akhir April, kondisi jalan di jantung kota Sidikalang masih compang-camping.

BACA JUGA :  Pabung Kodim 0815/Mojokerto Bekali Para Danru Satlinmas

“Kemana uang itu? Dikerjakan asal-asalan, baru 2 bulan sudah hancur lagi. Kontraktornya siapa? Diawasi nggak? Atau jangan-jangan ada main mata?” tuding Andi Silalahi.

Warga mendesak DPRD Dairi dan Inspektorat segera audit total proyek infrastruktur jalan. “Jangan sampai Jatagena cuma jadi bancakan,” tegasnya.

Ultimatum 14 Hari: Tak Ada Alat Berat, Aksi Lebih Besar
Aksi mancing dan tanam jagung disebut baru “pemanasan”. Warga Sidikalang memberi ultimatum 14 hari kepada Pemkab Dairi.

“Dalam 2 minggu, kami mau lihat alat berat masuk. Mau lihat aspal digelar. Kalau tidak ada, kami akan blokir jalan, kami akan tanam pohon pisang di semua lubang, kami akan undang media nasional. Kami bikin Sidikalang lumpuh. Biar Bupati malu di depan pusat,” ancam Andi.

Warga juga berencana melaporkan pembiaran ini ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut dan Kementerian PUPR karena dinilai ada unsur maladministrasi dan kelalaian yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala belum memberikan tanggapan resmi. Kepala Dinas PUPR Dairi yang coba dihubungi via telepon belum merespons.

Bola panas kini sepenuhnya di tangan Pemkab Dairi. Pilih kerja nyata atau biarkan “Kolam Pancing Jatagena” jadi ikon baru kegagalan pembangunan di Kabupaten Dairi.

Penulis: Arif