Daerah

Halal Bihalal IGRA dan DWP Kemenag, Momentum Konsolidasi Guru PAUD di Probolinggo

×

Halal Bihalal IGRA dan DWP Kemenag, Momentum Konsolidasi Guru PAUD di Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani saat memberikan sambutan di Acara Halal Bihalal IGRA (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com – Ratusan tenaga pendidik Raudhatul Athfal (RA) memadati GOR Mastrip Kedopok, Kota Probolinggo, dalam agenda halal bihalal yang digelar Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama setempat. Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 peserta dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran yang menghadirkan nuansa religius. Momentum kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta larut dalam lantunan selawat yang dibawakan grup hadrah, sembari mengenakan busana muslim serba putih dan mengibarkan bendera Merah Putih.

Kepala Kementerian Agama Kota Probolinggo, Didik Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada jajaran IGRA atas dedikasi mereka dalam memajukan pendidikan anak usia dini berbasis keagamaan. Menurutnya, peran guru RA sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda sejak tahap awal kehidupan.

BACA JUGA :  Ning Ita Ikuti Upacara Virtual Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan kualitas guru melalui penguatan kompetensi dan kelembagaan. “Guru RA tidak hanya mendidik aspek intelektual, tetapi juga menanamkan nilai moral dan spiritual yang menjadi fondasi utama bagi anak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kota Probolinggo, dr. Evariani, turut menyerahkan penghargaan kepada dua siswa berprestasi di bidang tahfidz Alquran. Mereka adalah Khoirina Zaida Lathifah Zain dari RA Nurul Islam yang meraih juara pertama pada ajang Gernas CintaQu tingkat Jawa Timur, serta Ana Farida dari RA Intisyarul Ulum yang masuk tujuh besar lomba tahfidz tingkat nasional.

Usai kegiatan, dr. Evariani menekankan bahwa profesi guru PAUD menuntut kemampuan yang menyeluruh. Selain mengajar, guru juga harus mampu mengelola emosi dan menghadapi berbagai tantangan dengan sikap profesional.

Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pembelajaran di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi harus dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pola asuh dan proses belajar anak usia dini.

BACA JUGA :  Diduga Korupsi Dana Desa Rp2,2 Miliar, Eks Kades dan Bendahara Desa di Bondowoso Jadi Tersangka

Lebih jauh, ia mengibaratkan anak sebagai wadah kosong yang akan terisi sesuai lingkungan di sekitarnya. Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga peran keluarga sebagai fondasi utama.

Selain peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerintah juga terus berupaya mendukung tumbuh kembang anak melalui program pemenuhan gizi serta penguatan literasi bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Ketua MUI Kota Probolinggo M. Sulthon, Ketua DWP Kemenag Siti Raudlatul Jannah, serta jajaran pengurus IGRA dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Melalui momentum halal bihalal ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini di Kota Probolinggo.