Daerah

Pemkab Gresik Siap Terapkan WFH, Targetkan Efisiensi Energi dan APBD

×

Pemkab Gresik Siap Terapkan WFH, Targetkan Efisiensi Energi dan APBD

Sebarkan artikel ini
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin rapat seputar WFH bagi ASN sebagai upaya efisiensi energi dan penguatan struktur APBD bersama OPD terkait. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersiap menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan penguatan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa penerapan WFH harus memberikan dampak nyata terhadap penghematan anggaran daerah.

“ Tujuan pemerintah pusat menerapkan WFH sehari dalam sepekan adalah untuk penghematan anggaran, terutama di tengah lonjakan harga energi,” ujar Bupati Yani usai menghadiri peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia di Gressmall Gresik, Kamis (2/4/2026).

BACA JUGA :  Dandim Batang Hadir Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batang

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi sektor energi.

Terkait teknis pelaksanaan, Pemkab Gresik telah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Penerapan WFH akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang mulai berlaku sejak 1 April 2026.

“ Pelaksanaan WFH kemungkinan dimulai pekan depan setiap hari Jumat,” katanya.

Namun demikian, tidak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan menerapkan WFH. Sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran langsung, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, tetap bekerja secara normal.

BACA JUGA :  Jelang KTT G20, Sat Polairud Polres Probolinggo Optimalkan Pengamanan PLTU Paiton

Selain WFH, Pemkab Gresik juga mendorong kebijakan penghematan energi lainnya, seperti imbauan penggunaan sepeda untuk berangkat kerja.

Bupati Yani menargetkan dalam dua bulan ke depan dapat tercapai efisiensi biaya operasional hingga 50 persen. Hasil penghematan tersebut rencananya akan dibahas bersama DPRD dan dialokasikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

“ Pada perubahan APBD nanti, anggaran akan dikembalikan kepada masyarakat terdampak dalam bentuk bantuan sosial maupun program pasar murah,” pungkasnya.