Daerah

DWP Disdikbud Kota Probolinggo Gelar Talkshow Parenting Digital dan Lomba Kreasi Ketan Kratok

×

DWP Disdikbud Kota Probolinggo Gelar Talkshow Parenting Digital dan Lomba Kreasi Ketan Kratok

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Probolinggo Ina Dwi Lestari Tinjau Stand berbagi macam olahan Ketan Milik DWP Dispendikbud (Foto : Suyitno)

Probolinggo,Sekilasmedia.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo mengadakan talkshow bertema parenting digital bertajuk “Peran Orang Tua di Era Digital: Screen Time versus Quality Time”di aula kantor dinas setempat, Rabu (6/5) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Ketua DWP Kota Probolinggo Triyuli Susilowati Rey Suwigtyo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Siti Romlah, serta para anggota DWP dari berbagai unsur.

Talkshow digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman para orang tua dalam menghadapi tantangan pola asuh anak di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Ketua DWP Kota Probolinggo Triyuli Susilowati Rey Suwigtyo dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membangun pola pengasuhan yang lebih berkualitas di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu memiliki strategi yang tepat dalam menyeimbangkan penggunaan gawai dengan waktu kebersamaan bersama anak agar hubungan emosional dalam keluarga tetap terjaga.

BACA JUGA :  Pemkot Probolinggo Gelar Upacara Hari Santri Nasional Ke-VI Tahun 2020

“Melalui kegiatan ini kami berharap para orang tua mampu menemukan cara yang tepat dalam membagi waktu antara penggunaan teknologi dan quality time bersama keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menegaskan bahwa perkembangan teknologi memang memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, ia mengingatkan agar teknologi tidak sampai mengurangi kedekatan antaranggota keluarga.

Ina menilai quality time bukan hanya soal lamanya waktu bersama anak, melainkan bagaimana orang tua benar-benar hadir secara emosional dan memberikan perhatian penuh kepada keluarga.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dan media digital di lingkungan rumah tangga.

“Jangan sampai teknologi justru membuat hubungan keluarga menjadi renggang. Kita yang harus mengendalikan gawai, bukan sebaliknya,” pesannya di hadapan peserta talkshow.

Selain agenda parenting, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan Lomba Sajian Ketan Kratok yang merupakan salah satu warisan budaya tak benda khas Kota Probolinggo.

BACA JUGA :  KAI Daop 7 Madiun Resmi Kantongi 23 Sertifikat Hak Pakai di Kediri

Berbagai kreasi makanan berbahan dasar ketan kratok ditampilkan oleh peserta dari perwakilan anggota DWP Disdikbud. Beberapa di antaranya yakni Sakera (Sarapan Ketan Kratok Hati Gembira), Bukrak (Buket Kratok Kedupok), Ketok Jelita, hingga Tantolang.

Salah seorang peserta lomba, Ida, menjelaskan bahwa proses pengolahan ketan kratok memerlukan ketelatenan khusus, terutama untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan menghilangkan rasa pahit pada bahan kratok.

Menurutnya, proses memasak kratok dilakukan melalui empat tahapan pemasakan dengan durasi tertentu agar cita rasa yang dihasilkan lebih nikmat dan teksturnya menjadi empuk.

Selain itu, bahan dasar ketan juga harus direndam selama beberapa jam sebelum dimasak supaya hasil akhirnya matang merata dan tidak keras.

Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo dr. Evariani yang hadir meninjau langsung jalannya lomba kreasi ketan kratok.