Daerah

Wamen Nezar Patria Sebut Festival Egrang Ledokombo Jember Punya Dampak Sosial Besar

×

Wamen Nezar Patria Sebut Festival Egrang Ledokombo Jember Punya Dampak Sosial Besar

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria hadir di festival egrang XIV. (Foto aurel)

Jember,Sekilasmedia.com- Festival Egrang XIV kembali digelar di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (26/7/2025). Kegiatan itu diikuti ratusan anak-anak hingga lansia.

Acara tahunan yang digagas Tanoker Ledokombo tersebut berlangsung meriah. Permainan tradisional egrang menjadi pusat perhatian masyarakat yang hadir sejak pagi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, turut hadir menyaksikan langsung jalannya festival bersama warga dan komunitas setempat.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Tanoker karena konsisten mengadakan Festival Egrang setiap tahun,” kata Nezar.

BACA JUGA :  Diskon Pajak 80% untuk BPHTB Waris dan Hibah dari Orang Tua ke Anak Diperpanjang Pemkab Gresik

Menurutnya, keberlangsungan festival hingga tahun ke-14 menunjukkan adanya kekuatan sosial yang terus tumbuh di tengah masyarakat Ledokombo dan Jember.

Ia menilai Festival Egrang bukan sekadar hiburan rakyat. Kegiatan itu juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara.

“Festival ini berkembang menjadi aktivitas tahunan yang mendorong pertumbuhan ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Nezar mengatakan permainan tradisional masih relevan untuk anak-anak, terutama di tengah masifnya perkembangan teknologi digital saat ini.

BACA JUGA :  Pjs Walikota Blitar Silaturohmi Ke Pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota Lagi

Ia menilai anak-anak membutuhkan ruang bermain di luar dunia digital agar kecerdasan emosional mereka tetap terasah dengan baik.

“Anak-anak perlu jeda dari gawai. Permainan egrang mengajarkan keseimbangan, kolaborasi, dan semangat bangkit setelah jatuh,” ucapnya.

Menurut Nezar, nilai-nilai dari permainan tradisional merupakan warisan penting yang dapat membentuk mental generasi muda menjadi lebih kuat dan percaya diri.

“Jangan takut jatuh dan gagal. Anak-anak harus belajar bangkit kembali agar memiliki sikap mental yang baik ke depan,” pungkasnya.