Daerah

Dari Predikat B Menuju BB: Pemkab Muba Perketat Sinergi Perangkat Daerah

×

Dari Predikat B Menuju BB: Pemkab Muba Perketat Sinergi Perangkat Daerah

Sebarkan artikel ini
Digitalisasi dan Disiplin Kinerja: Kunci Muba Raih Akuntabilitas Tingkat Nasional ( foto/Humas kominfo musi Banyuasin)

Sekayu,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi menggenjot persiapan menghadapi Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2026. Dengan target meraih predikat BB dan nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) sebesar 71,00, Pemkab Muba menggelar kegiatan Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (25/06/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten III Setda Muba, Drs. H. RE Aidil Fitri, M.Si., ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, termasuk Kabag Organisasi Setda Muba, Sekretaris Bappeda, perwakilan Inspektorat, serta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas SAKIP. Sebelum sesi konsolidasi, peserta juga mengikuti Kick Off Meeting virtual yang dibuka oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian PANRB, Erwan Agus Purwanto.

Tren Positif dan Target Ambisius

Asisten III Setda Muba, RE Aidil Fitri, menekankan bahwa momentum ini penting untuk menyamakan persepsi seluruh jajaran pemerintahan. Ia mencatat adanya tren positif dari capaian sebelumnya, di mana pada tahun 2025 Kabupaten Muba berhasil memperoleh nilai 69,32 dengan predikat B.

BACA JUGA :  Tim Satgas Covid-19 Sambi Manfaatkan Pasar SebagaiSarana Penyampaian Informasi

“Di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha Tohet, S.H. dan Wakil Bupati Kyai H. Abdur Rohman Husen, kita menargetkan peningkatan signifikan menjadi 71,00 atau predikat BB pada 2026. Ini bukan hanya urusan satu dinas, tetapi tanggung jawab kolektif,” ujar Aidil Fitri.

Ia menegaskan bahwa setiap rekomendasi dari hasil evaluasi internal Inspektorat harus segera ditindaklanjuti. Perbaikan kinerja harus berdampak nyata terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan, bukan sekadar administratif.

Strategi Digitalisasi dan Perencanaan Berbasis Outcome

Kabag Organisasi Setda Muba, Hj. Nurzahrawati, S.Pd., M.T., memaparkan empat komponen utama penilaian SAKIP: perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi internal. Ia menyoroti pentingnya transisi dari dokumen manual ke pemanfaatan teknologi informasi.

“Pemanfaatan TI adalah bukti komitmen kita terhadap tata kelola yang efektif dan efisien. Saat ini, penggunaan E-Office sudah berjalan 100 persen dan harus terus dioptimalkan sebagai data dukung evaluasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ketua JMSI Jatim Syaiful Anam: Silaturahmi Bangkitkan Semangat Hidup dan Membuka Pintu Rezeki

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Muba telah menyiapkan langkah strategis, meliputi:
1. Optimalisasi sistem E-Office.
2. Pelaksanaan evaluasi internal ketat oleh Inspektorat.
3. Tindak lanjut serius atas rekomendasi evaluasi AKIP 2025.
4. Penyusunan regulasi reward and punishment bagi perangkat daerah.

Penajaman Indikator SMART

Sekretaris Bappeda Muba, M. Salim, S.T., menambahkan bahwa ruang perbaikan masih terbuka lebar, khususnya dalam aspek perencanaan kinerja. Ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk menyusun target yang lebih terukur.

“Perencanaan harus berbasis outcome. Kita perlu merevisi target berdasarkan tren data dan menajamkan indikator agar memenuhi prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound),” pungkas Salim.

Dengan sinergi yang kuat dan pendekatan berbasis data serta teknologi, Pemkab Muba optimis dapat menembus predikat BB dalam evaluasi SAKIP nasional tahun 2026 mendatang.