Daerah

Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung yang Digemari Industri Rokok di Jawa Timur

×

Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung yang Digemari Industri Rokok di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung yang Digemari Industri Rokok di Jawa Timur. Mas Hadi Pembisnis dan Pengusaha Muda KediribTerlihat Langsung kelokasi Tanam Tembakau.(Foto:Saman/sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com-Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah memiliki julukan sebagai Kota Tembakau. Julukan sebagai Kota Tembakau disematkan karena Kabupaten Temanggung adalah salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Indonesia dan terbesar di Provinsi Jawa Tengah.

Dilansir dari laman bappeda.temanggungkab.go.id, tembakau Temanggung yang digunakan sebagai bahan baku rokok kretek serta pemberi rasa dan aroma (flavor grade) memang memiliki cita rasa yang khas.

Tembakau Temanggung yang dijuluki sebagai Emas Hijau ini dibudidayakan pada tujuh sentra produksi yaitu Lamuk, Lamsi, Paksi, Toalo, Tionggang, Swanbing, dan Kidulan.
Galih Saputra, petani tembakau asal Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung mengatakan, tembakau Temanggung diolah menjadi tembakau rajangan. Mutu yang diperoleh dipengaruhi oleh posisi daun pada batang. Semakin tinggi posisi daunnya, semakin tinggi juga mutunya. Makin tinggi posisi daunnya, makin tinggi juga kadar nikotinnya.

BACA JUGA :  Sukses Dukung Program Kesehatan Nasional, Pemda Kabupaten/Kota Mojokerto Dapat Penghargaan UHC

“Dan pasar tembakau kami myoritas digenari industri rokok di Jawa Timur,” tuturnya.
Menurut Galih, selain posisi daun, ketinggian tempat penanaman juga sangat besar pengaruhnya terhadap mutu yang dihasilkan. Tembakau Temanggung ditanam dilahan dengan ketinggian 600 m dpl hingga 1.600 m dpl.
Perbedaan ketinggian tempat berpengaruh besar terhadapa umur tanaman tembakau. Semakin tinggi tempatnya, umur tanaman menjadi semakin panjang. Semakin panjang umur tanaman tembakau, maka waktu untuk mengakumulasi nikotin dalam daun juga semakin panjang.

Keadaan tersebut mempengaruhi kadar nikotin dalam daun tembakau. Tembakau yang disebut dengan srinthil hanya dapat terjadi di daerah dengan ketinggian di atas 800 mdpl. Akan tetapi tidak semua tempat dapat menghasilkan srinthil.
Menurut Galih, khususnya penghasil srinthil, mutu istimewa tersebut hanya dapat terjadi bila cuaca selama musim tanam tembakau sangat kering. Pada kondisi demikian daun yang berpotensi menjadi mutu srinthil, dapat diketahui setelah diperam 5 hari.
Ciri-ciri daun tersebut adalah berubah warna menjadi coklat kehitaman, tumbuhnya puthur (semacam hifa jamur berwarna kuning) dan mengeluarkan cairan dan aroma seperti alkohol.

BACA JUGA :  Anggap Sebagai Ibadah, Polisi di Gresik Donor Plasma Konvalesen 9 Kali

Daun tembakau yang diperam tersebut tidak busuk, bila dirajang tidak menghasilkan struktur seperti serat, tetapi menjadi hancur menggumpal, bila telah kering berwarna coklat kehitaman sampai hitam cerah dan mengkilat.