Bondowoso,Sekilasmedia.com- Keanggunan busana muslim modern yang dipadukan dengan motif batik khas Bondowoso memukau ratusan pengunjung dalam gelaran Fashion Show Busana Muslim Modern Motif Batik Khas Bondowoso yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA, Sabtu sore (20/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember serta mendapat dukungan dari Bank Jatim Cabang Bondowoso tersebut menjadi panggung promosi budaya lokal sekaligus penguatan industri kreatif daerah melalui sektor fashion berbasis batik.
Fashion show yang berlangsung di kawasan Alun-Alun RBA Ki Ronggo Bondowoso itu menampilkan para finalis Kacong Jebing Bondowoso 2025 yang memperagakan berbagai rancangan busana muslim kontemporer dengan sentuhan motif batik khas Bondowoso.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Kepala OJK Jember Aris Budiman, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito bersama istri, Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dr. David P. Duarsa, S.H., M.H., CSSL, Sekretaris Daerah Dr. Fathur Rozi, M.Fil.I. bersama istri, Pimpinan Cabang Bank Jatim Bondowoso Heru Widodo bersama istri, para staf ahli bupati, asisten sekda, kepala OPD, camat, serta tamu undangan lainnya.
Yang menarik, kemeriahan acara tidak hanya datang dari penampilan para finalis Kacong Jebing Bondowoso. Sejumlah pejabat daerah bersama pasangan masing-masing turut tampil di atas panggung layaknya peserta fashion show profesional.
Penampilan tersebut diawali oleh Bupati Bondowoso Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso Ny. Hj. Khodijatul Qodriyah A.P., S.Ag., M.MPub., M.Si. Keduanya tampil elegan dan penuh percaya diri mengenakan busana muslim modern bernuansa batik khas Bondowoso yang langsung mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Tak kalah memikat, Komandan Kodim 0822 Bondowoso Letkol Inf. Prawito bersama istri, para kepala organisasi perangkat daerah bersama pasangan, para asisten Sekretariat Daerah bersama istri, hingga seluruh camat bersama pasangan masing-masing turut berjalan di atas panggung memperagakan busana yang dikenakan.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling meriah dalam rangkaian acara. Tepuk tangan dan sorak antusias penonton terus mengiringi langkah para peserta yang tampil dengan gaya dan karakter masing-masing. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam karena dinilai menghadirkan suasana berbeda dari kegiatan pemerintahan pada umumnya.
Kehadiran para pejabat bersama pasangan dalam peragaan busana itu juga menjadi simbol dukungan nyata terhadap pelestarian batik khas Bondowoso dan pengembangan industri kreatif lokal. Dengan tampil langsung di atas panggung, mereka menunjukkan bahwa batik Bondowoso mampu tampil elegan, modern, dan memiliki daya saing sebagai identitas budaya daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah arus globalisasi merupakan tantangan besar yang harus dijawab bersama.
Menurut beliau, Festival Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal, termasuk melalui pengembangan batik khas Bondowoso.
“Menjaga budaya lokal tetap hidup di era globalisasi saat ini adalah tantangan terbesar kita. Dengan Festival Muharram 1448 H, Kabupaten Bondowoso dapat menggunakannya sebagai pijakan strategis untuk membuktikan bahwa nilai keislaman dan keaslian warisan leluhur, seperti Batik Khas Bondowoso, dapat dikombinasikan dengan tren modernisasi industri kreatif,” ujar Bupati Hamid.
Beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud implementasi Misi Kedelapan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, yakni melestarikan kearifan lokal dan mengembangkan kehidupan kebudayaan dengan meneguhkan nilai-nilai inklusivitas dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
“Kita menunjukkan dengan memadukan pakaian muslim dan batik ini bahwa identitas religius dan budaya lokal dapat bekerja sama untuk membentuk karakter masyarakat Bondowoso yang tangguh dan bermartabat,” katanya.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan industri kreatif dan hilirisasi produk UMKM lokal.
“Fashion show busana muslim kontemporer ini dirancang dengan maksud mendalam untuk mendorong roda perekonomian. Ini sesuai dengan Misi Keempat pemerintah yang berpusat pada meningkatkan industri kreatif sebagai pilar utama pembangunan ekonomi masyarakat. Kita berharap busana muslim dengan sentuhan motif lokal khas Bondowoso memiliki daya saing tinggi dan nilai ekonomi tinggi dengan mendorong hilirisasi produk UMKM lokal,” ungkapnya.
Bupati Hamid berharap kreativitas yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut mampu melahirkan desainer-desainer muda yang inovatif sekaligus membangun ekosistem fashion muslim yang mandiri di Kabupaten Bondowoso.
“Melalui pertunjukan ini, saya sangat berharap kreativitas yang ditunjukkan hari ini dapat membangun ekosistem fashion muslim yang mandiri di Bondowoso, menghasilkan desainer muda yang inovatif, dan secara berkelanjutan menggerakkan ekonomi lokal melalui industri kreatif dan pariwisata budaya,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Hamid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara, mulai dari panitia, peserta, pelaku UMKM, desainer, hingga seluruh stakeholder yang terlibat.
“Saya sangat mengapresiasi dan terkesan dengan antusiasme para peserta serta kerja sama seluruh pihak yang telah mempersiapkan acara ini dengan begitu megah. Saya ingin semua orang yang hadir tampil dengan percaya diri dan menunjukkan keindahan budaya kita secara luhur. Menjaga warisan leluhur adalah tanggung jawab yang mulia,” pungkasnya.
Melalui Festival Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan dukungan Bank Jatim Cabang Bondowoso berharap batik khas Bondowoso tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu menggerakkan industri kreatif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat identitas daerah di tingkat regional maupun nasional.






