Probolinggo,Sekilasmedia.com– Pemerintah Kota Probolinggo memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) UP3 Pasuruan dalam upaya meningkatkan pelayanan kelistrikan sekaligus mendorong berbagai program yang mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran PT PLN UP3 Pasuruan bersama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari keandalan pasokan listrik, penataan kota, pemanfaatan energi ramah lingkungan, hingga program sosial untuk masyarakat.
Manajer UP3 Pasuruan Agus Susanto dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Probolinggo terkait gangguan pasokan listrik yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut disebabkan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang berdampak pada menurunnya kapasitas suplai listrik. PLN kemudian melakukan pengaturan beban secara terbatas melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
“Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem. PLN terus melakukan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit dan kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mudah-mudahan ke depan kondisi seperti ini tidak kembali terjadi,” ujar Agus.
Dalam audiensi itu, PLN juga menawarkan sejumlah program kepada Pemerintah Kota Probolinggo, salah satunya pengembangan penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Agus berharap penggunaan kendaraan listrik di wilayah Probolinggo dapat semakin berkembang sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi dampak polusi dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Selain itu, PLN juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis bagi masyarakat kurang mampu dengan melengkapi data administrasi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk proses survei.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan bahwa gangguan listrik yang terjadi sebelumnya merupakan kondisi teknis yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, permasalahan tersebut berkaitan dengan gangguan pada sisi pembangkit serta proses pemeliharaan fasilitas kelistrikan.
“Permasalahan kemarin bukan sesuatu yang direncanakan, tetapi karena situasi dan kondisi teknis. Insyaallah ke depan tidak terjadi lagi. Yang terpenting adalah adanya informasi dan pemberitahuan sebelumnya kepada masyarakat,” jelas Aminuddin.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas dukungan PLN melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp300 juta yang akan diarahkan untuk membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Probolinggo, khususnya dalam peningkatan pemasaran.
Selain itu, terdapat rencana pemasangan listrik gratis bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Pemerintah kota berharap program tersebut dapat diperluas agar semakin banyak warga yang mendapatkan manfaat.
“Nanti akan kita lihat kemungkinan diperluas sesuai program pemerintah, sehingga masyarakat yang mengalami kendala biaya pemasangan listrik dapat terbantu. Dampaknya tentu juga bisa mendukung peningkatan produktivitas, terutama bagi pelaku UMKM,” kata Aminuddin.
Tak hanya itu, PLN juga menawarkan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Probolinggo dengan skema kerja sama bersama pemerintah daerah.
Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo Aries Santoso, Kepala Dinas Perhubungan Pudi Adji Wiboro, Kepala Dinas PUPR-KP Ghofur Effendi, serta jajaran PT PLN UP3 Pasuruan.






