Probolinggo,Sekilasmedia.com-Antrian panjang warga kembali terjadi di depan kios Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman. Pemerintah Kota Probolinggo lewat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan DKPPP menggelar Gerakan Pangan Murah GPM untuk menstabilkan harga dan pasokan.
Kegiatan dibuka sejak pagi dan langsung diserbu warga. Berbagai kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. DKPPP menggandeng Perum Bulog dan pelaku usaha pangan lokal sebagai mitra.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari hadir langsung memantau. Ia didampingi Sekda Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian Aries Santoso, Kepala DKPPP Fitriawati, Kepala BPS Joko Santoso, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Ahmad Nur Varid, serta kepala OPD terkait.
Daftar komoditas yang dijual lengkap. Mulai beras SPHP Rp57.000 per sak, beras lokal Rp67.000 per sak, gula pasir Rp16.500/kg, bawang merah Rp42.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, hingga telur ayam Rp27.000/kg. Ada juga telur puyuh, garam, sayur, dan produk olahan perikanan.
Fitriawati menyebut GPM jadi instrumen utama jaga ketahanan pangan. Selain memastikan stok aman, warga juga bisa belanja lebih murah.
“Ini merupakan salah satu kegiatan bidang ketahanan pangan di DKPPP untuk menyiapkan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat sekaligus menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih murah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo dalam menekan inflasi daerah,” jelas Fitriawati.
GPM kali ini sengaja dibuat lebih lengkap. Komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah turut dihadirkan agar tekanan harga bisa diredam.
“Komoditas yang disediakan lebih lengkap karena kami juga menghadirkan beberapa komoditas penyumbang inflasi seperti cabai dan bawang merah. Harapannya masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” tambahnya.
Bulog Probolinggo menyiapkan stok awal beras SPHP satu ton. Wakil Pimpinan Cabang Bulog Ahmad Varid mengaku senang melihat animo warga yang tinggi.
“Alhamdulillah saya merasa senang. Apresiasi juga kepada Ibu Wakil Wali Kota yang hadir langsung. Tadi banyak warga datang. Harapannya dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat Kota Probolinggo dan meringankan beban pengeluaran mereka,” kata Varid.
Ia memastikan pasokan siap ditambah. Jika permintaan minyak goreng naik selama kegiatan, Bulog langsung menggelontorkan stok ekstra.
Respons positif juga datang dari warga. Purwati dari Kelurahan Jati mengaku terbantu karena selisih harga cukup jauh dibanding pasar.
“Lebih murah. Senang ada pasar murah seperti ini. Mudah-mudahan sering diadakan lagi supaya masyarakat bisa terbantu,” ujarnya.
Pemkot Probolinggo menargetkan GPM rutin digelar. Harapannya, stabilitas pasokan terjaga, daya beli warga naik, dan inflasi daerah tetap terkendali.






