Daerah

Benjamin Kristianto Nilai KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa Di Sidoarjo

×

Benjamin Kristianto Nilai KDMP Jadi Penggerak Ekonomi Desa Di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Benjamin Kristianto, menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui penguatan koperasi, diharapkan kesejahteraan masyarakat meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.(foto: Suud)

 

Surabaya, sekilasmedia.com-Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS, menilai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpotensi memperkuat perekonomian desa. Menurutnya, keberadaan koperasi dapat menjaga perputaran uang tetap berada di desa sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan dr. Benjamin Kristianto di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

“Setiap desa atau kelurahan dibuat koperasi. Daripada masyarakat berbelanja di minimarket atau pasar modern, lebih baik berbelanja di koperasi. Pendapatan dari penjualan beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya akan kembali ke koperasi. Bahkan kalau nanti ada subsidi sembako, harga beras bisa lebih murah,” ujarnya.

Benjamin mengatakan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau di KDMP diharapkan mendorong masyarakat berbelanja di koperasi. Dengan begitu, keuntungan usaha tidak hanya dinikmati pemilik modal, melainkan kembali kepada masyarakat sebagai anggota koperasi.

“Kalau masyarakat belanja di perusahaan besar, yang untung perusahaan. Tapi kalau keuntungan didapat koperasi, manfaatnya kembali kepada anggota koperasi. Koperasi adalah usaha bersama sebagai amanat Pasal 33 UUD 1945, sehingga perekonomian harus sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

BACA JUGA :  Menteri PPN-Bupati Tantri Tinjau Program IPALD Terpusat Kraksaan

Menurut Benjamin, konsep Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menyediakan gerai sembako. Koperasi juga dirancang memiliki layanan kesehatan melalui klinik dan apotek, serta menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Di koperasi nantinya ada klinik untuk pelayanan kesehatan, ada apotek agar masyarakat desa lebih mudah mendapatkan obat, dan ada gerai UMKM sehingga produk-produk desa bisa dipasarkan lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, keuntungan koperasi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan simpan pinjam bagi anggota. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari koperasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kalau dikelola koperasi, hasil usahanya bisa dipakai untuk simpan pinjam anggota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di desa,” ucap Benjamin.

Meski demikian, Benjamin mengingatkan agar pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan bebas dari penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan baik sehingga tidak boleh dicederai oleh oknum pengelola.

BACA JUGA :  Mencegah Bullying Ning Ita Maksimalkan PIK-R di Sekolah

“Program ini tujuannya baik, jangan sampai dinodai oleh oknum. Manajer dan pengelola koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sampai terjadi penyimpangan seperti yang pernah terjadi pada program lain. Yang salah bukan programnya, tetapi oknumnya,” tegasnya.

Benjamin juga menekankan pentingnya penentuan lokasi pembangunan KDMP. Menurutnya, koperasi harus dibangun di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat agar dapat berfungsi secara optimal.

“Kalau anggarannya sudah disiapkan, bangunlah tempat yang layak dan strategis, mudah diakses masyarakat. Jangan sampai dibangun di lokasi yang terpencil,” imbuhnya.

Benjamin menambahkan, penentuan lokasi pembangunan koperasi harus melalui koordinasi antara pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait agar keberadaan KDMP benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Desa bersama aparat dan pihak terkait harus menentukan lokasi yang benar-benar strategis. Jangan asal membangun karena nanti justru tidak dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (adv)