Daerah

Malang Menyala! Festival Mbois 11 Siap Guncang Stadion Gajayana Agustus Mendatang

×

Malang Menyala! Festival Mbois 11 Siap Guncang Stadion Gajayana Agustus Mendatang

Sebarkan artikel ini
Suasana Taklimat Media dalam persiapan festival Mbois 11 Malang Menyala bertempat di MCC Kota Malang (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com – Malang Creative Fusion (MCF) resmi mengumumkan penyelenggaraan Festival Mbois 11 melalui Taklimat Media yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Selasa (21/7/2026) malam. Mengusung tema “Malang Menyala”, festival tahunan tersebut akan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 mendatang di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Festival Mbois merupakan perayaan tahunan ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang yang mempertemukan unsur hexahelix, yakni pemerintah, akademisi, komunitas, industri, media, dan agregator dalam satu wadah kolaborasi. Ajang ini terbuka untuk masyarakat luas, mulai dari pelaku industri kreatif, seniman, pegiat startup, pecinta musik, hingga keluarga yang ingin menikmati berbagai aktivitas kreatif dalam satu kawasan.

Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Vicky Arief Herinadharma, mengatakan pemilihan Stadion Gajayana sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai historis tinggi, stadion yang dibangun pada 1924 dan diresmikan pada 1926 itu kini memasuki usia satu abad.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali ikon bersejarah Kota Malang melalui kegiatan ekonomi kreatif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

BACA JUGA :  TMMD ke 107 Kodim 0815/Mojokerto Hari Ini Resmi Ditutup

“Festival Mbois ke-11 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa aset bersejarah Kota Malang dapat dioptimalkan sebagai ruang kolaborasi, kreativitas, olahraga, seni, hingga penguatan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Mbois tahun ini juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Sejumlah pejabat nasional dijadwalkan hadir, mulai dari Staf Khusus Presiden, Menteri Ekonomi Kreatif, hingga Menteri Pemuda dan Olahraga, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyampaikan bahwa taklimat media menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan Festival Mbois 11.

Menurutnya, festival tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat citra Kota Malang sebagai kota kreatif yang telah memperoleh pengakuan dunia melalui jaringan UNESCO Creative City of Media Arts.

“Festival Mbois adalah bukti bahwa ekosistem kreatif di Kota Malang terus tumbuh melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Kreativitas yang lahir dari kota ini harus mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” katanya.

BACA JUGA :  Gubernur Papua Terima Penolakan Dari Mahasiswa Surabaya

Baihaqi juga menilai pemilihan Stadion Gajayana memiliki makna simbolis karena bertepatan dengan peringatan 100 tahun stadion yang menjadi salah satu ikon bersejarah Kota Malang.

“Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa ruang bersejarah dapat dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas kreatif, ekonomi, budaya, dan olahraga yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam penyelenggaraannya, Festival Mbois 11 menghadirkan lima pilar utama, yakni Malang Sportainment, Sound of Malang Menyala, Malang City Connect, Made by Arema Market, serta Malang Mediart Experience. Kelima program tersebut dirancang untuk menggabungkan olahraga, musik, seni, teknologi, bisnis, startup, hingga pasar produk kreatif lokal dalam satu rangkaian kegiatan.

Panitia menargetkan festival ini mampu menarik ribuan pengunjung, melibatkan ratusan pelaku UMKM dan industri kreatif, mempertemukan investor melalui forum bisnis, serta mendorong nilai transaksi ekonomi yang signifikan selama pelaksanaan kegiatan.

Dengan mengusung semangat “Malang Menyala”, Festival Mbois 11 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta semakin mengukuhkan Kota Malang sebagai salah satu kota kreatif yang diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional.