Daerah

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Sidan, Telan Anggran Rp 1,5 Triliun

×

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Sidan, Telan Anggran Rp 1,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo resmikan Bendungan Sidan, disaksikan secara virtual oleh Gubernur Bali (sekilasmedia.com/HM)

Badung,Sekilasmedia.com -Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Sidan, Bali, dilaksanakan secara serentak bersama empat bendungan lain di Indonesia.

Peresmian yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu turut disaksikan secara virtual oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dari Kabupaten Bandung.

“Bismillahirohmannirohim, pada siang ini 10 Juli 2026, dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini saya resmikan Bendungan Meninting (NTB), Bendungan Rukoh dan Keureuto (Aceh), Bendungan Jlantah (Jawa Tengah), dan Bendungan Sidan (Bali),” kata Pranowo.

Kelima bendungan yang diresmikan itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat sumber dara air yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyedia air baku, pengendalian banjir dan pengembangan energi bersih.

BACA JUGA :  Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan, Bupati Gresik Resmikan TPS3R di Kecamatan Manyar

Terkait Bendungan Sidan sendiri lokasinya berada di lima desa dari tiga kabupaten berbeda di Bali, yakni Badung, Gianyar dan Bangli. Untuk luas bangunan fisik berikut fasilitas pendukung lainya sekitar 42,36 hektare, dengan tinggi bangunan bendungan mencapai 68 meter.

Pembangunan fisik Bendungan Sidan dimulai sejak 2018 dan selesai 2024, menelan anggaran Rp 1,5 triliun yang bersumber dari APBN. Kapasitas daya tampung air sebanyak 5,8 juta m3 dengan luas genangan 39 hektare.

Selain dapat mereduksi banjir, Bendungan Sidan ini diproyeksikan menyediakan air baku hingga 1.750 liter per detik, dan akan mensuply air untuk Kabupaten, Gianyar, Badung, Tabanan serta Kota Denpasar. Saat ini keempat wilayah itu masih mengalami kekurangan suplay air sekitar 2,547 liter per detik.

BACA JUGA :  Warga Merasa Terharu Dan Senang, Polsek Bangil Serahkan Motor Miliknya Yang Hilang Dicuri Maling

Setelah bendungan beroperasi kekurangan suplay air menjadi 797 liter per detik. Suplay air itu akan memberikan dampak melayani 1.260.000 jiwa, atau 34 persen dari total kebutuhan air domestik di 4 daerah tersebut.

Tak hanya itu, bendungan ini juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik PLTM yang menghasilkan 0,65 megawatt ditambah PLTS terapung sebesar 8 megawatt. Kehadirannya menjadi langkah nyata dalam menjaga Bali tetap kuat, berkelanjutan dan siap menghadapi kebutuhan masa depan.

Penulis : Soni

Penulis: SoniEditor: Kaylla