Daerah

Samwil: PBN Jadi Ikhtiar Menjaga Persaudaraan dan Jati Diri Masyarakat Bawean

×

Samwil: PBN Jadi Ikhtiar Menjaga Persaudaraan dan Jati Diri Masyarakat Bawean

Sebarkan artikel ini
Perwakilan sesepuh Bawean Dr. H. Samwil, S.H., S.IP., MM. Juga merupakan Anggota DPRD Jawa Timur saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahmi dan Temu Kangen Keluarga Bawean Bondowoso Ahad, 26 Juli 2026 di Graha NU Bondowoso (Foto: Rifky/SM)

 

Bondowoso, sekilasmedia.com – Perwakilan Sesepuh Bawean Tingkat Provinsi Jawa Timur sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Samwil, S.H., S.IP., M.M., menegaskan bahwa Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) bukan sekadar organisasi, melainkan ikhtiar untuk menjaga persaudaraan, memperkuat ikatan nasab, serta merawat jati diri masyarakat Bawean di mana pun berada.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Silaturahmi dan Temu Kangen Keluarga Bawean Kabupaten Bondowoso yang digelar di Graha NU Bondowoso, Ahad (26/7/2026). Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Mempererat Tali Persaudaraan dan Merawat Kebersamaan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah dengan terbentuknya kepengurusan Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) Kabupaten Bondowoso.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, tawasul batin, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan mahalul qiyam, dilanjutkan sambutan para tokoh, pengarahan Pengurus PBN Pusat, musyawarah pemilihan ketua umum, doa bersama, hingga ramah tamah. Melalui musyawarah mufakat, peserta sepakat memilih Glory Bastian, S.Sy., S.H., M.Kn. sebagai Ketua Umum PBN Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia Suhairiyanto dan dihadiri keluarga besar masyarakat Bawean dari berbagai wilayah di Bondowoso.

Dalam sambutannya, Samwil menyampaikan bahwa masyarakat Bawean memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan yang dilandasi ikatan nasab serta menghormati sejarah dan perjuangan para leluhur.

BACA JUGA :  Dialog Antar Umat Beragama dan Umaroh Dihadiri Kasdim 0815 Mojokerto

“PBN bukan sekadar organisasi, tetapi menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan yang dilandasi ikatan nasab serta menjaga hubungan kekeluargaan masyarakat Bawean yang tersebar di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara,” ujarnya.

Menurutnya, terbentuknya PBN Kabupaten Bondowoso merupakan langkah awal untuk membangun masyarakat Bawean yang semakin kompak, solid, serta terus menjalin kebersamaan melalui semangat saling menolong, saling membantu dalam kebaikan, dan saling menguatkan. Ia juga berharap organisasi ini mampu mendorong masyarakat Bawean untuk terus bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan keluarga tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) Pusat, H. Ahmad Fatah Yasin, menjelaskan bahwa organisasi keluarga Bawean telah lama tumbuh dan berkembang di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Menurutnya, lahirnya PBN merupakan hasil kesepakatan para sesepuh dan tokoh Bawean untuk menghadirkan wadah bersama yang mempersatukan seluruh masyarakat Bawean tanpa menghilangkan keberadaan organisasi-organisasi daerah yang telah ada.

“Persaudaraan Bawean Nusantara dibentuk untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan masyarakat Bawean di Nusantara maupun diaspora. Selain itu, PBN diharapkan mampu menguatkan peran masyarakat Bawean dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, dan kebangsaan, sekaligus menjadi wadah yang mendorong kemajuan Pulau Bawean melalui kontribusi pemikiran, jaringan, serta pengabdian masyarakat Bawean,” jelasnya.

BACA JUGA :  Laksanakan Patroli Harkamtibmas, Anggota Polres Lamongan Pantau Situasi Wilayah

Ia menambahkan, PBN juga berfungsi sebagai induk koordinatif bagi organisasi-organisasi kebawaianan di berbagai daerah. Karena itu, organisasi yang telah berdiri tetap memiliki identitas dan independensi masing-masing, sementara PBN menjadi payung bersama untuk memperkuat koordinasi, persatuan, silaturahmi, serta melestarikan nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Bawean.

Perwakilan Sesepuh Keluarga Bawean di Bondowoso, Dra. Ny. Hj. Mustakmilah, menyambut baik terbentuknya kepengurusan PBN Kabupaten Bondowoso. Menurutnya, organisasi tersebut diharapkan menjadi rumah besar yang mampu menyatukan seluruh masyarakat Bawean di Bondowoso.

“Persaudaraan adalah warisan yang sangat berharga. Di mana pun kita berada, identitas sebagai orang Bawean tidak boleh luntur. Karena itu, PBN harus menjadi wadah untuk menjaga adat istiadat, melestarikan budaya, mengenalkan sejarah Bawean kepada generasi muda, serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan,” tuturnya.

Melalui terbentuknya Persaudaraan Bawean Nusantara Kabupaten Bondowoso, seluruh tokoh yang hadir berharap organisasi ini mampu menjadi perekat masyarakat Bawean, memperkuat ukhuwah, menjaga warisan budaya dan nilai-nilai leluhur, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Bawean di Bondowoso maupun di berbagai daerah lainnya.