Pendidikan

Akademisi UNJ Kenalkan AI sebagai Reflective Feedback Tool untuk Guru SD Kota Depok

×

Akademisi UNJ Kenalkan AI sebagai Reflective Feedback Tool untuk Guru SD Kota Depok

Sebarkan artikel ini
Akademisi UNJ memperkenalkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai Reflective Feedback Tool bagi guru SD di Kota Depok. Inovasi ini diharapkan dapat membantu para pendidik melakukan refleksi pembelajaran secara lebih efektif, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, serta mendorong transformasi pendidikan yang adaptif di era digital.(foto: doc)

Depok, Sekilasmedia.com- Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai reflective feedback tool untuk memperkuat literasi digital dan profesionalisme guru SD di Kota Depok. Pendekatan tersebut dikenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang diselenggarakan dosen-dosen Rumpun Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNJ di SMP Negeri 2 Kota Depok, Sabtu (1/8).

Kegiatan yang berlangsung secara serentak itu melibatkan guru SD, guru SMP, hingga siswa SMP melalui berbagai pelatihan dan pendampingan sesuai bidang keahlian masing-masing tim dosen. Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta dipandu dosen Program Studi Pendidikan Matematika UNJ, Linda Devi Fitriana, M.Pd., Ph.D., melalui pelatihan bertajuk “Penguatan Literasi Digital dan Profesionalisme Guru SD Kota Depok melalui Aktivitas Problem Posing Berbantuan AI sebagai Reflective Feedback Tool.”

Menurut Linda, penguatan literasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan profesionalisme guru.

“Transformasi digital dalam pendidikan bukan berarti menyerahkan proses berpikir kepada AI. Sebaliknya, guru harus tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam pembelajaran. AI kami manfaatkan sebagai reflective feedback tool yang membantu guru mengevaluasi dan menyempurnakan soal yang mereka buat. Dengan demikian, guru tetap kreatif, kritis, dan profesional dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa,” tuturnya.

BACA JUGA :  Polsek Krian Edukasi Bijak Bermedia Sosial kepada Siswa Baru SMPN 2 Krian

Pelatihan diikuti guru-guru SD se-Kota Depok dan difokuskan pada penguatan kemampuan merancang soal matematika yang kontekstual melalui pendekatan problem posing. Peserta diajak mengikuti aktivitas gamifikasi untuk memicu kreativitas sebelum menyusun soal yang dekat dengan kehidupan siswa, termasuk dengan mengangkat berbagai konteks lokal Kota Depok.

Soal-soal yang telah disusun kemudian direfleksikan menggunakan AI. Dalam pelatihan ini, AI tidak digunakan untuk membuat soal secara otomatis, melainkan sebagai reflective feedback tool yang memberikan masukan terhadap kualitas soal yang dirancang guru. Melalui proses tersebut, peserta mengevaluasi kesesuaian soal dengan tujuan pembelajaran, kejelasan bahasa, konteks yang digunakan, hingga kemampuannya dalam mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Linda menambahkan bahwa aktivitas problem posing memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.

“Ketika guru mampu merancang soal yang kontekstual, dekat dengan kehidupan siswa, dan menantang kemampuan berpikir tingkat tinggi, maka pembelajaran matematika akan menjadi lebih bermakna. Kami berharap guru-guru SD Kota Depok semakin percaya diri memanfaatkan AI secara etis, kritis, dan reflektif untuk mendukung inovasi pembelajaran, bukan sekadar menghasilkan jawaban instan,” terangnya.

BACA JUGA :  UNEJ Kukuhkan Prof. Dr. Sukatman, M.Pd. Sebagai Guru Besar Tradisi Lisan

Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, S.Pi. Ia menilai program pengabdian yang dilakukan dosen-dosen Rumpun Matematika FMIPA UNJ memberikan manfaat nyata bagi guru dan peserta didik serta berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian dari dosen-dosen Rumpun Matematika FMIPA UNJ. Semoga tahun depan Rumpun Matematika UNJ dapat kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kota Depok karena program seperti ini sangat bermanfaat bagi guru dan peserta didik,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, inovatif, dan berpusat pada pengembangan kemampuan berpikir peserta didik.

Penulis: Fauzan Editor: Kaylla