Pendidikan

Empat Atap SDN Sumber Dumpyong 01 Ambruk Sejak 2021, Lima Tahun Menunggu Kepastian Perbaikan

×

Empat Atap SDN Sumber Dumpyong 01 Ambruk Sejak 2021, Lima Tahun Menunggu Kepastian Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Kondisi SDN Sumber Dumpyong 01 Ambruk Sejak 2021 silam, Mahasiswa PMII Rayon (P) Abhinaya pada 6-8 Agustus 2026 turun ke Kecamatan Pakem, Kab. Bondowoso. (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com– Persoalan infrastruktur pendidikan kembali menjadi sorotan setelah kondisi SDN Sumber Dumpyong 01, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso, ditemukan memprihatinkan.

Empat atap ruangan di sekolah tersebut disebut telah ambruk sejak 2021, namun hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Kondisi tersebut diketahui kader Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia Bondowoso saat melaksanakan kegiatan Abhinaya Mengabdi 2026 di sekolah tersebut pada 6–8 Agustus 2026.

Selama tiga hari, mahasiswa dari lembaga PMII Rayon (P) Abhinaya tidak hanya menggelar kegiatan pendidikan bersama siswa, tetapi juga melihat langsung kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Informasi dari salah seorang guru menyebutkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali mengupayakan perbaikan. Aspirasi tersebut disebut telah disampaikan melalui sejumlah jalur, mulai dari pemerintah desa, Dinas Pendidikan, hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Namun, berbagai pengajuan tersebut hingga kini belum berujung pada perbaikan fisik terhadap empat atap ruangan yang telah mengalami kerusakan sejak 2021.

“Berbagai upaya sudah dilakukan, baik melalui pemerintah desa, Dinas Pendidikan, hingga anggota DPRD, tetapi sampai sekarang masih belum ada perbaikan,” ujar salah seorang guru SDN Sumber Dumpyong 01.

Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian mahasiswa yang terlibat dalam program pengabdian. Bagi mereka, kegiatan turun ke sekolah tidak cukup hanya diisi dengan aktivitas belajar mengajar, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami persoalan pendidikan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

BACA JUGA :  Pabung Kodim 0815 Bekali Materi Ke-Bhinnekaan Pada Pembinaan Jaring Teritorial

Ketua PMII Rayon (P) Abhinaya, Muhammad Romli mengatakan temuan tersebut menjadi catatan penting dari pelaksanaan Abhinaya Mengabdi 2026.

Menurutnya, pengabdian mahasiswa harus mampu menyentuh realitas yang ada di lapangan, termasuk persoalan fasilitas pendidikan.

“Kami datang ke sini bukan hanya untuk mengajar dan melaksanakan kegiatan bersama adik-adik. Kami juga ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi pendidikan di daerah. Ketika melihat ada ruang sekolah yang atapnya sudah ambruk sejak 2021 dan sampai sekarang belum diperbaiki, tentu ini menjadi keprihatinan bersama,” tegasnya saat dikonfirmasi sekilasmedia.com.

Ia berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait, terutama karena menyangkut lingkungan belajar anak-anak sekolah dasar.

“Kami berharap kondisi ini bisa menjadi perhatian pemerintah dan pihak-pihak terkait agar segera ada solusi yang nyata,” lanjutnya.

Menurut aktivis PMII Bondowoso itu, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan persoalan yang ditemukan selama berada di tengah masyarakat. Karena itu, Abhinaya Mengabdi tidak ingin berhenti sebagai kegiatan pengabdian yang bersifat seremonial.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, kami berharap anak-anak di SDN Sumber Dumpyong 01 bisa mendapatkan ruang belajar yang aman dan layak,” tegasnya.

BACA JUGA :  Polres Pasuruan Gelar Operasi Zebra Semeru 2025, Prioritaskan Penurunan Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas

Mahasiswa menyadari bahwa mereka belum memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur sekolah tersebut.

Namun, kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membuka perhatian publik terhadap kondisi yang berlangsung cukup lama.

“Kami mungkin belum mampu menyelesaikan persoalan infrastrukturnya, tetapi setidaknya melalui Abhinaya Mengabdi, kami ingin hadir, membersamai, dan menyampaikan kondisi ini kepada publik,” katanya.

Selama tiga hari kegiatan, mahasiswa PMII Rayon (P) Abhinaya tetap melaksanakan berbagai aktivitas pendidikan dan kebersamaan bersama siswa-siswi SDN Sumber Dumpyong 01. Di sisi lain, kondisi bangunan sekolah menjadi catatan yang menurut mereka tidak boleh diabaikan.

Empat atap ruangan yang disebut telah ambruk sejak 2021 bukan hanya persoalan tampilan fisik sekolah. Kondisi tersebut berkaitan dengan aspek keamanan, kenyamanan, dan kelayakan lingkungan belajar bagi siswa.

Melalui Abhinaya Mengabdi 2026, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak berlarut-larut.

Mereka mendorong pihak ekskutif dan legislatif daerah dengan adanya langkah nyata untuk memastikan anak-anak di SDN Sumber Dumpyong 01 dapat belajar dalam fasilitas pendidikan yang aman dan layak.