Probolinggo,Sekilasmedia.com-Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kota Probolinggo tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempertegas peran Gerakan Pramuka dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, mandiri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.
Pesan itu mengemuka dalam Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus dan anggota Gerakan Pramuka dari berbagai tingkatan di Kota Probolinggo.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus bertindak sebagai Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka. Turut hadir Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Probolinggo drg. Ninik Ira Wibawati, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pengurus Kwarcab serta anggota Pramuka se-Kota Probolinggo.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi penegasan bahwa Gerakan Pramuka diharapkan mengambil bagian dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi kebutuhan dan tantangan masa depan.
Rangkaian apel juga berlangsung semarak dengan hadirnya Atraksi Pramuka Bersolek yang ditampilkan para pelajar. Penampilan tersebut menunjukkan sisi kreativitas anggota Pramuka sekaligus menjadi bagian dari ekspresi semangat dalam memperingati Hari Pramuka.
Dalam apel tersebut, Wawali Ina membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso. Dalam sambutan itu, perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun disebut telah diisi berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia.
Generasi yang diharapkan lahir dari pendidikan kepramukaan bukan hanya memiliki kecakapan, tetapi juga iman dan takwa, kedisiplinan, rasa tanggung jawab serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Hari Pramuka bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Wawali Ina.
Menurutnya, tema yang diusung pada peringatan Hari Pramuka ke-65 sejalan dengan komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua pemerintah, terutama terkait upaya mewujudkan swasembada pangan, energi dan air.
Konsep ketahanan pangan pun dipandang tidak sebatas persoalan bercocok tanam. Di dalamnya terdapat unsur pendidikan, penguasaan keterampilan, pemanfaatan teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya hingga kemampuan generasi muda dalam mencari solusi terhadap persoalan di sekitarnya.
Karena itu, pendidikan kepramukaan didorong untuk semakin dekat dengan kegiatan produktif. Anggota Pramuka diharapkan memiliki ketertarikan terhadap sektor pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan sekaligus mempunyai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Gerakan Pramuka juga diarahkan untuk memperluas pola pembelajaran yang selama ini dikenal dengan konsep learning by doing. Pendekatan tersebut dikembangkan menjadi learning, creating and solving, sehingga anggota tidak hanya belajar, tetapi juga mampu menciptakan sesuatu dan mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi.
“Teknologi memberikan kemampuan yang semakin besar, sementara karakter memberikan arah agar kemampuan tersebut digunakan untuk kebermanfaatan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini juga semakin kompleks. Perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja serta berbagai persoalan sosial membutuhkan generasi yang adaptif namun tetap memiliki landasan karakter yang kuat.
Ancaman seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran informasi palsu, perjudian daring hingga berkurangnya kepedulian sosial juga menjadi perhatian. Pendidikan kepramukaan diharapkan mampu menjadi salah satu ruang pembinaan agar generasi muda memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif tersebut.
Pengamalan Trisatya dan Dasa Dharma menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anggota Pramuka. Nilai-nilai tersebut diharapkan mendorong anggota untuk memiliki wawasan luas, keterampilan, kedisiplinan serta keberanian dalam mencoba dan berinovasi.
Pada kesempatan yang sama, apresiasi juga diberikan kepada sejumlah anggota dan pembina Pramuka yang dinilai menunjukkan prestasi maupun kontribusi dalam kegiatan kepramukaan. Penyematan penghargaan dilakukan Wawali Ina bersama Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo, Forkopimda dan jajaran Gerakan Pramuka.
Salah satu penghargaan yang disematkan adalah Lencana Dharma Bakti kepada Muhammad Yunus selaku Kepala Pusdiklatcab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Probolinggo. Sementara Lencana Pancawarsa I diberikan kepada Siti Romlah yang menjabat Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Probolinggo.
Apresiasi juga diberikan melalui Tiska Jambore Nasional kepada Tamam dan Aisah Putri Savana Agusti yang masing-masing tercatat sebagai peserta Jambore Nasional putra dan putri.
Penghargaan Partisipasi Teraktif KTA Ayo Pramuka Tahun 2026 turut diberikan kepada sejumlah kepala sekolah. Mereka yakni Magdalena Aprilianti, Kepala SLB Sinar Harapan 2 untuk Kecamatan Kademangan; R. Indra atas nama Kepala SMK 2 untuk Kecamatan Kanigaran; Endang Sukarni, Kepala SD Negeri Kedopok 2 untuk Kecamatan Kedopok; Jess Imanita, Kepala SD Negeri Mangunharjo 7 untuk Kecamatan Mayangan; serta Sumarni, Kepala SD Negeri Pakistaji 2 untuk Kecamatan Wonoasih.
Selain itu, penghargaan Sahabat Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2026 diberikan kepada Bambang Irawan Suwarno selaku Kepala SD Negeri Sukabumi 10 dan Umi Mahbubah sebagai guru SD Negeri Sukabumi 10.
Penghargaan tersebut juga menyasar para siswa, yakni Javanika Sekarayu Saraswati, Kejora Sakti Boston, Nail Fadli Ilahi dan Muhammad Alvin Alfanani. Pemberian apresiasi itu menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi serta prestasi yang telah ditunjukkan dalam lingkungan pendidikan dan Gerakan Pramuka.
Melalui peringatan Hari Pramuka ke-65, Gerakan Pramuka Kota Probolinggo diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembinaan karakter. Lebih jauh, organisasi kepanduan tersebut didorong menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang mampu menghasilkan gagasan, mengembangkan keterampilan dan mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan, termasuk mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.






