Kediri,Sekilasmedia.com-Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., memperkuat komunikasi dengan kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Kediri.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi bersama jajaran Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri di Ruang Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Rabu (12/8/2026).
Dalam pertemuan yang berlangsung pukul 13.20 WIB itu, Kapolres didampingi Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kasat Lantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, Kasat Binmas AKP Cahyo, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif M., S.T.K., S.I.K., serta Kanit III Sat Intelkam Ipda Didik Tarwanto.
Sementara dari PMII Kediri hadir Ketua Umum PMII Cabang Kediri Irgy Ahmad Vahrezi, Bendahara Korps PMII Putri (Kopri) Layli Nur Fadhila, Anggota Bidang Eksternal Awaludin Nur Alfiyan, serta Co Advokasi PMII Cabang Kediri Fajrul Falakh.
Dalam sambutannya, Kapolres Kediri Kota menyampaikan apresiasi atas kunjungan PMII sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara kepolisian dan organisasi kemahasiswaan.
AKBP Kresno Wisnu Putranto menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus menjaga kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi hal penting.
Kapolres juga mengajak PMII untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Kediri, khususnya dalam penyampaian aspirasi. Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketentuan hukum dan situasi keamanan.
“Kami berharap setiap penyampaian aspirasi dapat dikomunikasikan dengan baik. Jangan sampai dalam menyampaikan aspirasi justru terjadi pelanggaran hukum,” pesan Kapolres.
Ia juga membuka ruang komunikasi apabila terjadi persoalan maupun konflik di wilayah Kota Kediri dan sekitarnya. Bahkan, Kapolres mengusulkan adanya komunikasi informal secara rutin dengan kalangan mahasiswa agar berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka sebelum berkembang menjadi konflik.
“Kalau perlu kita agendakan ngopi bersama, tidak harus selalu pertemuan resmi. Dalam suasana yang lebih santai terkadang ada hal-hal yang bisa disampaikan lebih terbuka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Kediri Irgy Ahmad Vahrezi menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dengan Kapolres Kediri Kota yang baru menjabat.
Ia menegaskan bahwa PMII Kediri berkomitmen mempertahankan komunikasi positif dengan kepolisian. PMII juga menyatakan siap ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketenteraman di wilayah Kediri.
“Komunikasi yang terjalin antara PMII dengan Polres Kediri Kota selama ini sangat baik. Kami berharap ke depan komunikasi ini tetap terjaga,” kata Irgy.
PMII juga menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama mencegah terulangnya gangguan keamanan yang pernah terjadi pada momentum aksi unjuk rasa Agustus 2025. Kalangan mahasiswa, menurutnya, memiliki peran penting dalam menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung tertib dan damai.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi polisi dan mahasiswa. Dengan komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, kepolisian bersama organisasi kemahasiswaan diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga Kota Kediri tetap aman, kondusif, serta menjadi ruang yang sehat bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara demokratis dan bertanggung jawab.






