Daerah

Pemkab Gresik dan PT Smelting Tanam 10 Ribu Mangrove di Randuboto, Perkuat Komitmen Jaga Pesisir

×

Pemkab Gresik dan PT Smelting Tanam 10 Ribu Mangrove di Randuboto, Perkuat Komitmen Jaga Pesisir

Sebarkan artikel ini
Lestarikan ekosistem pesisir, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta Forkopimda dan PT Smelting menanam pohon mangrove di Dusun Ujung Timur Desa Randuboto Sidayu. (Foto: Rudi/Sekilasmedia.com)

Gresik,Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten Gresik berkolaborasi dengan PT Smelting menggelar kickoff penanaman 10 ribu pohon mangrove di Dusun Ujung Timur, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program konservasi mangrove bertema “Pesisir Lestari: Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.”

Penanaman mangrove ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kawasan mangrove di Desa Randuboto yang dikonservasi dan direhabilitasi memiliki luas lebih dari 200 hektare.

Menurutnya, kawasan tersebut dapat terjaga berkat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta pihak korporasi, salah satunya PT Smelting melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“ Alhamdulillah terjaga dengan baik. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa secara terintegrasi, dan korporat PT Smelting Gresik juga fokus terhadap CSR untuk pelestarian mangrove di Desa Randuboto,” kata Bupati Yani.

Ia menegaskan, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai Kabupaten Gresik yang membentang sekitar 180 kilometer.

“ Mangrove melindungi pesisir pantai sepanjang 180 kilometer yang ada di Kabupaten Gresik. Jadi kita harus berupaya menjaga kelestarian pesisir pantai dengan menanam mangrove,” ujarnya.

Bupati Yani berharap program konservasi tersebut memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Menurutnya, kelestarian mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pantai, tetapi juga mendukung keberadaan berbagai biota laut yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

BACA JUGA :  Palembang Jadi Barometer Ketahanan Nasional Sosialisasi Bela Negara Sasar Akar Rumput

Ia menilai, meningkatnya populasi ikan dan kepiting di kawasan mangrove dapat memberikan manfaat ekonomi bagi nelayan. Bahkan, pasokan kepiting dari Gresik turut memenuhi kebutuhan pasar di Surabaya.

“ Harapannya ada dampak berkelanjutan. Kemiskinan di daerah pesisir, terutama nelayan, terus turun dan kesejahteraan semakin meningkat. Dari hasil tangkapan ikan mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hutan mangrove tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Smelting Darma Joyonegoro mengatakan, penanaman 10 ribu mangrove bersama Forkopimda Gresik tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menanam total 30 ribu pohon mangrove di Desa Randuboto.

“ Tahun 2026 ini merupakan tahun yang istimewa bagi PT Smelting. Tahun ini kami memperingati ulang tahun ke-30,” kata Darma.

Ia menuturkan, perjalanan PT Smelting selama tiga dekade tidak dapat dipisahkan dari Kabupaten Gresik dan masyarakat di sekitarnya.

“ Bagi kami, Gresik bukan hanya sebagai tempat menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga menjadi rumah bagi PT Smelting untuk tumbuh, berkembang, dan berkarya selama 30 tahun. Hal ini sesuai slogan Our Home, Our Future,” ujarnya.

Menurut Darma, menjaga lingkungan dan memberikan manfaat kepada masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan tempat perusahaan tumbuh dan berkembang.

BACA JUGA :  Sebelum Dititipkan ke LP Labuhan Ruku, 7 Tahanan Polres Asahan Ini Jalani Sweb Rapid Tes Antigen

Karena itu, PT Smelting bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melaksanakan program konservasi mangrove pesisir dengan tagline “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang.”

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, PT Smelting mencanangkan penanaman 30 ribu pohon mangrove, sesuai dengan usia perusahaan yang memasuki tahun ke-30. Penanaman tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“ Keberhasilan ini tidak bisa dicapai sendiri, tetapi dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menambahkan, pemerintah desa bersama masyarakat terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir di wilayahnya.

Upaya tersebut diwujudkan dengan mempertahankan kawasan hutan mangrove seluas sekitar 200 hektare secara utuh dan berkelanjutan sejak lebih dari satu dekade terakhir.

“ Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013,” ujarnya.

Menurut Andhi, konsistensi menjaga kawasan mangrove sejak 2013 telah membantu mempertahankan fungsi ekosistem tersebut sebagai benteng alami untuk mengurangi ancaman abrasi pantai.

Selain memberikan manfaat ekologis, kelestarian mangrove juga menjadi modal bagi Desa Randuboto dalam mengembangkan potensi ekowisata berbasis lingkungan serta menjaga produktivitas biota laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan setempat.

“ Komitmen menjaga ekosistem pesisir ini bukan hal baru bagi warga kami. Seluruh elemen masyarakat telah bergerak bersama untuk memastikan agar mangrove tetap tumbuh lestari,” pungkasnya.