Daerah

Gubernur Herman Deru Lantik BPW KKSS Sumsel Periode 2026-2031, Tekankan Pentingnya Menjaga Jati Diri Di Tanah Rantau

×

Gubernur Herman Deru Lantik BPW KKSS Sumsel Periode 2026-2031, Tekankan Pentingnya Menjaga Jati Diri Di Tanah Rantau

Sebarkan artikel ini
Wajah Baru Perantau Sulsel di Sumsel: BPW KKSS Resmi Dilantik, Fokus pada Data Akurat ( Foto/Sekilasmedia.Com)

Palembang,Sekilasmedia.com-Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi melantik Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Provinsi Sumatera Selatan untuk masa bakti 2026–2031. Acara pelantikan sekaligus menandai dimulainya Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) yang berlangsung khidmat di Golden Sriwijaya Ballroom, Jakabaring, Palembang, pada Kamis (24/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan pesan penting kepada seluruh jajaran pengurus baru agar tetap menjaga identitas dan jati diri sebagai masyarakat Sulawesi Selatan, meskipun berada di tanah rantau. Ia juga mengapresiasi hubungan harmonis yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) dan KKSS selama ini.

“Antara orang Sumsel dan KKSS belum pernah terjadi konflik. Jadi, KKSS ini benar-benar menerapkan prinsip ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’,” ujar Herman Deru.

Acara strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Psi., M.Si., serta perwakilan dari berbagai dinas provinsi seperti Kesbangpol, Kominfo, Pertanian, Ketahanan Pangan, Perhubungan, serta Kasat Pol PP Prov. Sumsel.

BACA JUGA :  Penyerahan Zakat Fitrah Anggota Polres Lamongan Oleh Kapolres Lamongan Kepada Masjid Al-Busrah

**Komitmen Sinergi dengan Pemerintah**

Ketua Terpilih BPW KKSS Sumsel, H. Syamsuddin, dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk bersinergi penuh dengan program pemerintah. Ia menekankan bahwa warga keturunan Sulawesi Selatan yang lahir dan tumbuh di Sumatera Selatan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah.

“Kami adalah keluarga besar Sulawesi Selatan yang lahir di Sumatera Selatan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk selalu bekerja sama dan mendukung seluruh program pemerintah, baik yang dicanangkan oleh pusat maupun provinsi,” kata H. Syamsuddin.

Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan agar kehadiran KKSS dapat diterima secara positif di berbagai lapisan masyarakat. “Mudah-mudahan kita selalu kompak. Karena pada dasarnya, kami adalah satu keluarga besar yang ingin berkontribusi,” tambahnya.

**Strategi “Jemput Bola” untuk Ekspansi Kepengurusan**

Salah satu agenda utama dalam rencana kerja lima tahun ke depan adalah ekspansi kepengurusan. Saat ini, struktur pengurus KKSS baru terbentuk di tujuh kabupaten/kota. Namun, H. Syamsuddin menargetkan perluasan hingga mencakup seluruh 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

BACA JUGA :  Musprovlub MMA Sumsel Dorong Pembinaan Atlet Hingga Target Go Internasional

Untuk mencapai target tersebut, BPW KKSS Sumsel akan menerapkan strategi “jemput bola”. Pendekatan ini bertujuan menjangkau warga perantau yang tersebar dan belum terdata.

“Banyak warga kami yang tersebar di berbagai kabupaten yang belum terdata atau tergabung. Kami akan aktif mencari dan membentuk kepengurusan di tingkat akar rumput, bahkan hingga level rumah tangga jika diperlukan, untuk memastikan tidak ada saudara kami yang tertinggal,” jelas H. Syamsuddin.

**Prioritas Sinkronisasi Data**

Menyusun peta jalan lima tahun, BPW KKSS Sumsel mengutamakan pendekatan yang terukur. H. Syamsuddin menyatakan bahwa langkah awal bukanlah meluncurkan program secara masif, melainkan melakukan sinkronisasi data dan kebutuhan riil.

“Yang paling penting adalah sinkronisasi dulu. Kita harus tahu apa prioritas wilayah dan apa kebutuhan nyata warga perantauan. Setelah peta masalah dan potensi jelas, baru kami susun program kerja lainnya yang tepat sasaran,” pungkasnya.

Melalui strategi berbasis data dan sinergi ini, BPW KKSS Sumsel berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi kreatif serta meningkatkan kesejahteraan warga perantau Sulawesi Selatan di Bumi Sriwijaya.