Jember, sekilasmedia.com– Ribuan peserta mulai memadati jalur Tanggul-Jember Tradisional (TAJEMTRA) 2026 pada Sabtu (5/9/2026) pagi. Sebagian peserta berangkat menuju Tanggul menggunakan kereta api.
Acara tahunan tersebut kembali mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Jumlah peserta tahun ini disebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut jumlah peserta TAJEMTRA 2026 berpotensi mencapai 26.000 orang. Jumlah itu termasuk peserta yang belum melakukan pendaftaran.
“Insyaallah, pesertanya menjadi peserta terbanyak sepanjang sejarah diadakannya TAJEMTRA,” kata Muhammad Fawait saat melepas peserta di Stasiun Jember.
Menurut Fawait, peserta berasal dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, hingga masyarakat umum.
“Banyak para ASN, juga ada non-ASN, pegawai lembaga vertikal, BUMN, BUMD, dan masyarakat umum ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Keterlibatan aparat keamanan turut menambah keberagaman peserta. TNI dan Polri juga ambil bagian dalam tradisi gerak jalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Data pemerintah menunjukkan peningkatan jumlah peserta cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan periode 2015 hingga 2025, jumlah peserta tahun ini hampir meningkat dua kali lipat.
“Terakhir kalau tidak salah 15.000 sekian, hari ini sudah 25.000 dan saya yakin nanti tembus 26.000 yang ikut serta,” kata Fawait.
Sementara itu, sebanyak 400 peserta diberangkatkan menggunakan layanan kereta api gratis dari Stasiun Jember menuju Tanggul. Tanggul menjadi titik awal pelaksanaan TAJEMTRA 2026.
Pemberangkatan tersebut dilakukan secara resmi oleh Bupati Jember bersama Vice President PT KAI Daerah Operasi 9 Jember Nugroho Dwi Sasongko dan Kepala Dispora Jember Regar Jeane.
Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jember dan PT KAI dalam pelaksanaan TAJEMTRA menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta.
Fawait berharap kerja sama tersebut tidak hanya berlangsung dalam penyelenggaraan TAJEMTRA. Menurutnya, konektivitas transportasi juga dapat mendukung pembangunan dan pengentasan kemiskinan.
“Bukan cuma urusan TAJEMTRA, mudah-mudahan urusan yang lain untuk memajukan Kabupaten Jember lewat jalan kemajuan transportasi,” katanya.
TAJEMTRA 2026 menjadi momentum kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah, PT KAI, TNI, Polri, dan masyarakat bersama-sama menjaga tradisi olahraga yang menjadi bagian dari sejarah Jember.
“Kami dari PT Kereta Api sangat bangga bisa berpartisipasi dalam acara TAJEMTRA 2026,” ujar Nugroho Dwi Sasongko, Vice President PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember.
PT KAI menyediakan delapan gerbong untuk mengangkut peserta yang sebelumnya memperoleh kuota melalui pendaftaran secara daring.
“Delapan gerbong tadi, delapan kereta dan sudah penuh. Ini 400 tempat duduk. Alhamdulillah, aman dan lancar,” pungkasnya. (adv)






