Budaya

Keraton Gunung Kawi, Jejak Spiritual di Tengah Hutan Pinus Kabupaten Malang

×

Keraton Gunung Kawi, Jejak Spiritual di Tengah Hutan Pinus Kabupaten Malang

Sebarkan artikel ini
Makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati yang dipercaya berasal dari masa Kerajaan Kediri kuno (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Di balik pesona Gunung Kawi yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan wisata religi di Kabupaten Malang, terdapat sebuah tempat yang menyimpan cerita sejarah, tradisi, sekaligus berbagai kisah yang berkembang di tengah masyarakat. Tempat tersebut adalah Keraton Gunung Kawi yang berada di Dusun Gendogo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum.

Berbeda dengan kawasan Pesarean Gunung Kawi di Kecamatan Wonosari yang berada di tengah permukiman warga, Keraton Gunung Kawi terletak lebih tinggi di kawasan kaki gunung dan dikelilingi hutan pinus. Suasananya relatif sejuk dan tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Malang, Keraton Gunung Kawi menjadi salah satu destinasi wisata religius yang memiliki sejumlah lokasi yang dianggap memiliki nilai spiritual. Di kawasan tersebut terdapat Vihara Dewi Kwan Im, Sanggar Pamujaan, serta tempat yang dipercaya berkaitan dengan Prabu Kameswara I.

BACA JUGA :  Gelaran Kerapan Sapi Ramaikan Program 100 Hari Kerja Walikota Probolinggo

Selain itu, terdapat sejumlah lokasi yang dikeramatkan masyarakat, di antaranya rumah padepokan Eyang Sujo, guci kuno dan pohon Dewandaru.

Keraton Gunung Kawi juga tidak bisa dilepaskan dari cerita mengenai tokoh-tokoh masa lampau. Salah satu kisah yang berkembang di masyarakat menyebut kawasan tersebut berkaitan dengan tokoh Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati yang dipercaya berasal dari masa Kerajaan Kediri kuno. Menurut penuturan juru kunci setempat, keduanya menetap di kawasan tersebut untuk bertapa dan mendekatkan diri kepada Tuhan hingga akhir hayat.

Cerita mengenai usia kawasan Keraton Gunung Kawi bahkan jauh lebih tua dibandingkan Pesarean Gunung Kawi yang mulai dikenal luas sejak 1871. Sejumlah sumber menyebut masyarakat setempat meyakini kawasan tersebut telah ada sejak lebih dari seribu tahun, meski klaim tersebut merupakan bagian dari cerita dan kepercayaan lokal yang masih membutuhkan pembuktian sejarah lebih lanjut.

Dalam perkembangannya, Keraton Gunung Kawi juga kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis, termasuk anggapan mengenai praktik pesugihan. Namun, cerita tersebut merupakan bagian dari mitos yang berkembang di masyarakat dan tidak semestinya disamakan dengan fakta sejarah.

BACA JUGA :  Art Galeri Gulo Klopo: Mengangkat Warisan Budaya Majapahit Melalui Seni Pahatan Patung

Pesona Keraton Gunung Kawi justru terletak pada perpaduan antara alam, sejarah, budaya dan tradisi spiritual masyarakat. Pemerintah Kabupaten Malang mencatat kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada momentum tertentu seperti Kamis Legi, Jumat Kliwon dan malam Satu Suro.

Keberadaan Keraton Gunung Kawi menjadi bagian dari kekayaan wisata budaya dan religi Kabupaten Malang. Kawasan ini tidak hanya menawarkan suasana hutan pinus yang asri, tetapi juga menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jejak tradisi dan cerita masa lalu yang diwariskan secara turun-temurun.

Dengan potensi tersebut, Keraton Gunung Kawi memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah, budaya dan spiritual, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang selama ini hidup di tengah masyarakat.

Penulis: BasukiEditor: Erik