Pendidikan

Enam Riwayat, Satu Tekad: Perjuangan Mahasiswi KPI UIN KHAS Menjadi Juara Qiraat Murottal Sab’ah

×

Enam Riwayat, Satu Tekad: Perjuangan Mahasiswi KPI UIN KHAS Menjadi Juara Qiraat Murottal Sab’ah

Sebarkan artikel ini
Queen Fahriza Putri. (Foto ist)

Jember,Sekilasmedia.com-Sejak Mei 2026, akhir pekan Queen Fahriza Putri nyaris tak pernah benar-benar kosong. Sabtu dan Minggu yang bagi sebagian orang menjadi waktu beristirahat, justru ia gunakan untuk belajar dan berlatih Qiraat Murottal Sab’ah. Seusai salat, materi yang didapat dari pembimbing kembali ia ulang sendiri di rumah. Enam riwayat dari tiga imam harus dipelajari satu demi satu.

​Ketika perkuliahan sebagai mahasiswa baru mulai menyita waktu, Queen masih harus membagi konsentrasi antara tugas kuliah, latihan, dan membimbing adik-adik yang mempersiapkan lomba Syarhil Qur’an. Lelah tentu ada, tetapi keinginannya untuk terus tumbuh bersama Al-Qur’an membuatnya bertahan.
​Jerih payah itu akhirnya berbuah manis. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2026 Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember tersebut berhasil meraih Juara I Qiraat Murottal Sab’ah kategori remaja putri dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jember.
​Yang membuat pencapaian itu terasa semakin istimewa, lomba tersebut merupakan pengalaman pertama Queen mengikuti cabang Qiraat Murottal Sab’ah.
​Keluar dari Zona Nyaman
​Sebelumnya, dunia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) bukanlah sesuatu yang asing baginya. Sejak kecil Queen telah menekuni MTQ dan lebih banyak berkecimpung dalam cabang Syarhil Qur’an. Namun batasan usia pada cabang yang sebelumnya ia tekuni membuat Queen harus menentukan pilihan: berhenti atau mencoba jalan baru.
​Ia memilih yang kedua. Queen memberanikan diri keluar dari zona nyaman dan belajar Qiraat Murottal Sab’ah, yang berarti ia harus memulai proses baru dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
​“Setiap imam memiliki dua riwayat yang berbeda. Jadi, ada enam riwayat yang harus dipelajari dan dipersiapkan. Karena itu, perlu waktu jauh-jauh hari supaya benar-benar menguasainya,” ungkap Queen.
​Persiapan dimulai sekitar lima bulan sebelum perlombaan. Queen belajar secara rutin bersama Ustaz Suyono, pembina kafilah MTQ Kabupaten Jember, yang dilanjutkan dengan mengulang materi secara mandiri di rumah selepas salat.
​Proses itu menjadi semakin berat ketika memasuki bulan terakhir persiapan karena bertepatan dengan awal kehidupannya sebagai mahasiswa baru. Rutinitasnya bertambah padat mulai dari perkuliahan, tugas kampus, latihan lomba, hingga mendampingi peserta lomba Syarhil Qur’an.
​Tak Menyangka Langsung Juara
​Hari perlombaan yang digelar di musala Kantor Pemerintah Kabupaten Jember mempertemukan Queen dengan peserta lain yang telah berpengalaman, termasuk dari lingkungan pesantren. Sebagai pendatang baru, ia tidak memasang keyakinan berlebihan.
​Namun hasil akhir menempatkannya di posisi pertama. “Pastinya sangat bersyukur, bahagia, dan tidak menyangka. Apalagi ini pengalaman pertama saya mengikuti cabang Murottal Sab’ah, tetapi langsung mendapatkan juara satu,” tuturnya.
​Keberhasilan ini juga dilandasi oleh ketangguhan mental. Sebelumnya, Queen sempat menghadapi kegagalan dalam perjalanan menuju MTQ Nasional. Pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti, melainkan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.
​Menatap MTQ Jawa Timur dan Pesan untuk Sesama
​Gelar juara pertama tidak membuat Queen cepat puas. Ia kini menyiapkan langkah berikutnya untuk mengikuti pembinaan menghadapi seleksi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur menuju kompetisi nasional.
​Di penghujung perbincangannya, Queen turut membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa dan generasi muda lainnya agar tidak ragu mengembangkan diri.
​“Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Sesuatu yang indah membutuhkan proses dan perjuangan. Teruslah mencoba hal-hal positif, baik untuk diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya.
​Perjalanan Queen membuktikan bahwa ketekunan, pengorbanan waktu, dan keberanian untuk mencoba dapat membawa seseorang melampaui batas yang semula terasa asing. Bagi mahasiswa baru Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember ini, prestasi tersebut baru menjadi awal dari lembaran perjalanan berikutnya.
​

BACA JUGA :  Berikan Wawasan Kebangsaan, Tentara di Mojokerto Fokus Tanamkan Cinta Tanah Air dan Kedisiplinan