Daerah

GEMMA KIA Diluncurkan, Wabup Alif Soroti Kenaikan Kematian Ibu di Gresik

×

GEMMA KIA Diluncurkan, Wabup Alif Soroti Kenaikan Kematian Ibu di Gresik

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mensosialisasikan memperkuat upaya pencegahan melalui Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Angka kematian ibu di Kabupaten Gresik meningkat dari 11 kasus pada 2025 menjadi 16 kasus hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gresik yang memperkuat upaya pencegahan melalui Gerakan Mengisi dan Memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (GEMMA KIA).

Gerakan tersebut diluncurkan Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, dalam kegiatan Seminar dan Launching GEMMA KIA Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Hotel Aston Gresik, Kamis (22/10/2026).

Wabup Alif menegaskan, penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepemilikan Buku KIA yang telah mencapai lebih dari 98 persen harus diikuti dengan pengisian dan pemanfaatan secara optimal.

“ Pemerintah Kabupaten Gresik terus berkomitmen menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting. Namun, upaya ini membutuhkan kerja bersama dan keterlibatan seluruh pihak agar hasilnya semakin optimal,” ujar Wabup Alif.

Menurutnya, Buku KIA bukan sekadar dokumen yang wajib dimiliki ibu hamil dan keluarga. Buku tersebut menjadi panduan untuk memahami kondisi kesehatan ibu dan anak, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Karena itu, ibu hamil, ibu balita, suami, dan anggota keluarga perlu memahami serta memanfaatkan informasi di dalamnya. Kader kesehatan, guru pendidikan anak usia dini (PAUD), dan tenaga kesehatan juga harus terlibat dalam edukasi, pendampingan, serta pemantauan kesehatan ibu dan anak.

BACA JUGA :  Heroik, Polisi Kota Malang bersama Warga Berhasil Selamatkan Seorang Anak Yang Akan Bunuh Diri

“ Melalui GEMMA KIA, kader kesehatan, guru PAUD, dan tenaga kesehatan harus memperkuat kolaborasi. Pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak terpantau dengan baik,” tegasnya.

dr Alif menjelaskan, pencatatan yang lengkap dan pemanfaatan Buku KIA secara konsisten dapat membantu mendeteksi risiko kesehatan sejak dini. Dengan demikian, kondisi yang berpotensi membahayakan ibu maupun anak diharapkan dapat segera ditangani.

Pemkab Gresik juga menyediakan layanan panggilan darurat 112 untuk membantu masyarakat memperoleh pertolongan dalam kondisi kegawatdaruratan, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.

Ia berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada peluncuran, tetapi diterapkan secara berkelanjutan hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.

“ Saya berharap GEMMA KIA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang diterapkan secara konsisten di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan prevalensi stunting di Kabupaten Gresik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, menyampaikan bahwa tren angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian serius. Hingga Oktober 2026, kematian ibu tercatat mencapai 16 kasus, naik lima kasus dibandingkan dengan 2025.

BACA JUGA :  Polsek Kota Bersama Inafis Polres Tulungagung Olah TKP Kebakaran Gudang di Kelurahan Bago

“Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kita semua. Oleh karena itu, diperlukan penguatan upaya pencegahan melalui keterlibatan seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, keluarga, kader, hingga masyarakat,” ujarnya.

Mukhibatul menyebutkan, meskipun kepemilikan Buku KIA telah mencapai 98 persen, pemanfaatannya belum sepenuhnya optimal. Pengisian buku dan pencatatan kondisi kesehatan masih perlu diperkuat agar dapat mendukung deteksi dini serta pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan.

Melalui GEMMA KIA, Dinas Kesehatan mendorong komitmen pengisian Buku KIA secara lengkap oleh ibu hamil, ibu balita, kader, guru PAUD, dan tenaga kesehatan.

Program tersebut juga mencakup pemberian notifikasi tanda bahaya kehamilan dan masa nifas oleh kader, penyampaian informasi nomor panggilan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta penandaan Anak Prasekolah (APRAS) Paripurna.

Kader dan guru PAUD diharapkan mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak, sedangkan tenaga kesehatan memberikan pendampingan dan edukasi secara berkelanjutan.

“ Keberhasilan GEMMA KIA tidak hanya diukur dari tingginya kepemilikan Buku KIA, tetapi juga dari kelengkapan pengisian dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mukhibatul.

Pemkab Gresik berharap kolaborasi antara keluarga, kader kesehatan, guru PAUD, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat pencegahan kematian ibu, kematian bayi, serta stunting di Kabupaten Gresik.