Daerah

MENJAMURNYA PARKIR LIAR DI SEPUTAR ALUN-ALUN LUMAJANG

×

MENJAMURNYA PARKIR LIAR DI SEPUTAR ALUN-ALUN LUMAJANG

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG,Sekilas media.Com– Terlihat kemacetan di seputaran alun-alun Lumajang, di karenakan lahan parkir yang tidak memadai. Apalagi dengan menjamurnya parkir liar yang sulit di kendalikan, imbas dari para aksi juru parkir (jukir) liar yang kian bertebaran di seputaran Alun-alun Kota Lumajang.

Beberapa waktu yang lalu sempat disosialisasikan bahwa parkir di sekitar Alun-Alun Lumajang, akan diserahkan pihak ketiga untuk dikelola. Namun sampai saat ini, belum ada kejelasan. Masyarakat berharap, perlunya ada penertiban untuk juru parkir liar, baik dari Dinas Perhubungan (Dinhub) maupun kepolisian. Karena juru parkir liar sudah bisa dikategorikan sebagai pungli.

BACA JUGA :  Lebih Dekat Dengan Warganya, Paslon Vinanda-Gus Qowim Blusukan di Kelurahan Tamanan

“Perlu ada pembenahan sistem serta kerja sama antara Pemkab Lumajang dengan kepolisian serta masyarakat,. “Kalau mau ditindak ya harus ditindak semuanya. Jangan ada tebang pilih,” ujar Udin salah seorang pengunjung alun alun.

Irfan Timbul, Kasi Pengendalian Operasi Lalu Lintas Dinhub Kabupaten Lumajang, mengatakan, bahwa pihaknya juga banyak menerima keluhan terkait dengan parkir kendaraan baik roda dua maupun roda empat, utamanya di daerah di sepanjang jembatan Kali Asem, depan kantor dinas kesehatan (Dinkes), depan Mapolres, hingga di depan rumah dinas sekkab Lumajang sendiri. “Dinhub selalu mencari solusi terkait  persoalan parkir di seputaran Alun-Alun, yang saat ini  membuat hak-hak pengguna jalan terabaikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Wali Kota Batu Serahkan Sertifikat PTSL Milik Warga Bumiaji

Dinas perhubungan (Dinhub) merasa kelabakan karena mereka  tidak punya wewenang untuk menilang dan tidak mampu melakukan penertiban. Yang bisa dilakukan hanya berkoordinasi dengan pihak terkait, dan selalu memantau, dan memberikan masukan, agar tidak parkir  di tempat larangan, dan ditata sesuai dengan kondisi yang ada, sambil mencari alternatif lain dengan seluruh pemangku kepentingan. (Maria)